Farid Wadjdi: Serangan AS ke Iran Didorong Kepentingan Israel
MediaUmat – Pemimpin Redaksi Majalah Al-Wa’ie Farid Wadjdi menilai serangan Amerika Serikat terhadap Iran tidak lepas dari dorongan kepentingan Israel.
“Yang berkembang di publik Amerika itu ada anggapan yang dilakukan oleh pemerintahan rezim Donald Trump ini adalah untuk memenuhi keinginan Israel,” ujarnya dalam Sorotan Dunia Islam, Rabu (11/1/2026) di Radio Dakta.
Farid membeberkan, Israel selama ini memiliki prinsip untuk meniadakan setiap potensi kekuatan dari negara atau pihak mana pun yang dianggap dapat mengancam eksistensinya.
“Israel menginginkan semua potensi kekuatan dari pihak mana pun yang dianggap mengancam eksistensinya itu dihilangkan. Karena itu banyak pihak menilai tindakan Amerika ini lebih untuk melayani kepentingan Israel, bukan kepentingan publik Amerika,” ujarnya.
Farid menilai, narasi bahwa Iran mengancam Israel tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
Ia menuturkan, dalam berbagai peristiwa sebelumnya justru Israel yang lebih dahulu melakukan tindakan agresif terhadap Iran, termasuk pemboman serta pembunuhan terhadap sejumlah ilmuwan nuklir Iran.
“Justru yang terjadi selama ini adalah sebaliknya, yang sering kali menyerang Iran pertama kali yaitu adalah Israel, termasuk dalam berbagai pemboman maupun pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir Iran,” jelasnya.
Selain persoalan alasan, Farid menilai, tindakan militer Amerika dan Israel juga bermasalah dari sisi prosedur hukum internasional.
Ia menegaskan, serangan terhadap negara lain seharusnya melalui mekanisme internasional seperti Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Berdasarkan hukum internasional, penyerangan terhadap suatu negara itu harus dilakukan lewat mekanisme PBB atau Dewan Keamanan PBB dan ini adalah bentuk pelanggaran dari kedaulatan satu negara,” ujarnya.
Lebih jauh, Farid menyebut, langkah Iran menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk respons defensif terhadap serangan yang lebih dahulu dilakukan oleh Amerika dan Israel.
Menurutnya, langkah tersebut bukan ditujukan untuk memperluas konflik, melainkan sebagai upaya menekan agar serangan terhadap Iran dapat dihentikan.
“Apa yang dilakukan oleh Iran ini sebenarnya sebatas tindakan untuk menghentikan serangan yang dilakukan oleh Israel dan Amerika. Ini bisa disebut sebagai serangan untuk membela diri yang sifatnya defensif,” ujarnya.
Farid memperkirakan, konflik tersebut pada akhirnya berpotensi kembali ke jalur diplomasi.
Ia menilai perang berkepanjangan tidak hanya merugikan Iran, tetapi juga akan membebani Amerika Serikat serta berdampak luas pada ekonomi global.
“Sangat mungkin kedua negara ini kemudian berkompromi seperti biasa karena kalau perang ini terus berlanjut, Amerika Serikat juga dan negara-negara dunia lain juga akan sangat disusahkan,” pungkasnya.[] Ikbal
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat