Hasbi Aswar: Upaya AS Lumpuhkan Iran Kembali Gagal

 Hasbi Aswar: Upaya AS Lumpuhkan Iran Kembali Gagal

MediaUmat Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitik Institute Hasbi Aswar, Ph.D. menyebut, serangan militer kedua yang dilakukan AS tampak sebagai upaya lanjutan untuk melumpuhkan Iran, tetapi belum membuahkan hasil signifikan.

“Serangan militer kedua ini nampaknya menjadi percobaan Trump kembali untuk melumpuhkan Iran yang juga masih gagal,” ujarnya kepada media-umat.com, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, langkah Amerika Serikat di bawah Donald Trump yang kembali melanjutkan negosiasi dengan Iran tidak bisa dilepaskan dari kegagalan strategi militernya sebelumnya. langkah Trump yang tetap percaya diri membuka jalur negosiasi damai justru menunjukkan adanya kepentingan strategis yang lebih dalam, terutama terkait posisi Iran di kawasan Teluk.

Menurutnya, Washington ingin memastikan Teheran tidak lagi menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan politik terhadap kepentingan global.

“Kelihatannya Trump mau memastikan Iran itu tidak lagi menggunakan Hormuz sebagai senjata politik,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa strategi AS tidak akan berhenti pada tekanan saat ini. Hasbi memperkirakan Washington akan terus mencari berbagai cara untuk melemahkan Iran, baik melalui pendekatan militer maupun skenario perubahan rezim.

“Tapi saya pikir ke depan Trump akan mencari cara terus menerus untuk melemahkan Iran, entah dengan penggulingan rezim atau serangan militer,” tegasnya.

Pengingat Serius

Dalam konteks yang lebih luas, Hasbi juga mengingatkan, situasi ini seharusnya menjadi peringatan serius bagi dunia Islam.

Ia menilai pola intervensi yang terjadi di berbagai negara menunjukkan adanya ancaman sistemik dari kekuatan global terhadap negara-negara Muslim.

“Harusnya dunia Islam sadar bahwa mereka hanya menunggu waktu saja untuk digempur oleh koalisi AS. Irak, Suriah, Afghanistan, Libya dan lainnya sudah jadi bukti,” ungkapnya.

Karena itu, Hasbi menekankan pentingnya kemandirian kekuatan dunia Islam, baik di sektor militer maupun industri. Tanpa kemandirian tersebut, negara-negara Muslim akan terus berada dalam posisi lemah dan mudah diintervensi.

“Harusnya melihat fakta ini, dunia Islam membangun kekuatan militer dan industrinya secara independen dari kepentingan Barat, agar politik domestik dan luar negerinya benar-benar bisa bermanfaat untuk umat Islam dan umat manusia,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

apatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *