Sambut Ramadhan 1447 H, Amir Hizbut Tahrir Serukan Persatuan Umat dan Penegakan Hukum Allah
Ucapan Selamat Amir Hizbut Tahrir al-‘Alim al-Jalil Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah
Kepada Para Pengunjung Laman Beliau dengan Datangnya Bulan Ramadhan al-Mubarak Tahun 1447 H – 2026 M
Kepada sebaik-baik umat yang telah dikeluarkan untuk manusia … Umat Islam yang telah Allah muliakan dengan ketaatan kepada-Nya …
Kepada para pengemban dakwah yang dimuliakan yang perdagangan dan jual beli tidak melalaikan mereka dari mengingat Allah yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana …
Kepada para pengunjung laman yang dimuliakan yang menyongsong kebaikan yang diusung oleh laman …
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Segala pujian hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah saw beserta keluarga dan para sahabat Beliau serta siapa saja yang mengikuti Beliau. Wa ba’du:
Sungguh saya memohon kepada Allah SWT agar menerima dari kaum Muslim puasa dan qiyam dan agar Allah memberikan ampunan kepada kita semua atas dosa-dosa kita yang telah lalu sebagaimana sabda Rasul saw dalam apa yang dikeluarkan oleh imam al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda:
«مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
“Siapa yang berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni untuknya dosanya yang telah lalu”.
Dan di dalam riwayat lainnya dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda:
«مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَاناً وَاحْتِسَاباً، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ»
“Siapa yang menegakkan Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni untuknya dosanya yang telah lalu”.
Saudara-saudara yang dimuliakan: Pada bulan Sya’ban tahun kedua hijrah, Allah telah memfardhukan puasa bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang di dalamnya Allah menurunkan al-Quran.
﴿شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ﴾
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (TQS al-Baqarah [2]: 185).
Sebagaimana bulan Ramadhan merupakan bulan yang di dalamnya Allah memuliakan Umat dengan kemenangan dan penaklukan yang nyata. Perang Badar pada 17 Ramadhan yang mana di situ kaum musyrik Mekah dikalahkan dengan kekalahan yang besar … Lalu perang-perang penentu lainnya di bulan yang mulia ini, mulai Fathu Makkah al-Mukarramah pada 20 Ramadhan al-mubarak tahun ke-8 hijrah sampai perang al-Buwait “dekat kota Kufah saat ini” yang merupakan Yarmuk Persia yang mana kaum Muslim dipimpin oleh a-Mutsanna meraih kemenangan pada 12 Ramadhan tahun ke-13 hijrah. Lalu penaklukan Amuriyah dipimpin oleh al-Mu’tashim pada 17 Ramadhan tahun 223 H, perang Ayn Jalut yang di situ kaum Muslim mengalahkan at-Tatar pada 25 Ramadhan 658 H, hingga kemenangan-kemenangan lainnya di bulan yang mulia ini …
Begitulah, puasa dikaitkan dengan al-Quran al-Karim yang tidak didatangi oleh kebatilan dari depan maupun belakangnya … Puasa dikaitkan dengan penaklukan dan kemenangan … Puasa dikaitkan dengan jihad … Puasa dikaitkan dengan penerapan hukum-hukum Allah … Setiap orang yang memiliki mata dan penglihatan mengetahui bahwa hukum-hukum Allah SWT tidak terpisah satu sama lain, baik ibadah, jihad, muamalah, akhlak dan perilaku, ataupun hudud dan jinayat… Semuanya dari sumber yang sama. Dan siapa saja yang mentadaburi ayat-ayat al-Kitab al-Karim dan nas-nas hadis yang mulia, niscaya dia mendapati hal itu dengan sangat jelas. Islam adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Dakwah kepada Islam adalah satu untuk menerapkannya di dalam negara, kehidupan dan masyarakat. Siapa yang memisahkan di antara ayat-ayat Allah, mengatakan pemisahan agama dari kehidupan, atau pemisahan agama dari politik, berarti dia telah melakukan dosa besar dan kejahatan yang besar yang akan menjebloskan pelakunya ke kehinaan di dunia dan azab yang pedih di akhirat.
Wahai kaum Muslim: Saya mengingatkan Anda dengan semua itu di hari-hari ini yang di dalamnya sedang berlangsung serangan brutal Yahudi terhadap Tepi Barat selain terhadap Gaza. Lalu serangan Yahudi meluas ke Lebanon dan Suriah … Yahudi berkeliaran di negeri kaum Muslim tanpa ada yang mencegah dan menghalanginya. Alih-alih menggerakkan pasukan kaum Muslim untuk memerangi entitas Yahudi dengan perang yang menceraiberaikannya dan orang yang ada di belakangnya serta membebaskan tanah yang diberkahi … alih-alih demikian, para penguasa justru kita lihat mereka menandatangani perjanjian demi perjanjian dengan entitas Yahudi, bahkan Trump tiran mengumpulkan mereka untuk menghinakan mereka tanpa mereka merasa malu kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin!
Wahai kaum Muslim: Sungguh perang dan pembunuhan atas Yahudi dan pelenyapan entitas mereka pasti datang dengan kepemimpinan Khalifah yang mendapat petunjuk dan seorang mujahid setelah kekuasaan diktator dan para penguasa agen ini. Kabar gembira Rasulullah saw tidak akan tertunda waktunya dengan izin Allah sebagai perealisasian untuk hadis Rasulullah saw yang dikeluarkan oleh imam Ahmad:
«ثُمَّ تَكُونُ مُلْكاً جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ. ثُمَّ سَكَتَ»
“Kemudian akan ada kekuasaan diktator dan akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam”.
Demikian juga sebagai pembenaran untuk hadis Rasulullah saw yang dikeluarkan oleh imam Muslim:
«لَتُقَاتِلُنَّ الْيَهُودَ فَلَتَقْتُلُنَّهُمْ…»
“Sungguh kalian memerangi Yahudi dan sungguh kalian membunuh mereka …”.
Di penutup, sungguh sebagaimana kita harus memperhatikan puasa agar Allah ridha kepada kita dan mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalu, kita juga wajib memperhatikan perjuangan untuk melanjutkan kehidupan islami dengan tegaknya al-Khilafah ar-Rasyidah agar kita termasuk orang-orang yang meraih keberuntungan di dunia dengan penerapan hukum-hukum Allah, bernaung dengan panji Rasulullah, panji al-‘Uqab, panji lâ ilaha illa Allâh Muhammad Rasûlullâh, dan kita juga menjadi termasuk orang-orang yang meraih keberuntungan di akhirat dengan izin Allah, bernaung dengan naungan-Nya di hari yang mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, sehingga kita beruntung di dunia dan akhirat, dan itu merupakan keberuntungan yang agung.
Wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
1 Ramadhan 1447 H – 18 Februari 2026 M
Saudaramu
Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah