Hasil Rukyat Global: 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026
Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir secara resmi mengumumkan bahwa awal bulan suci Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah hasil monitoring hilal (rukyatul hilal) terbukti secara syar’i di beberapa negeri Muslim pada Selasa malam (17/02).
Dalam pernyataan resminya, Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir, Ir. Shalahuddin ‘Adhadhah, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam dunia, khususnya kepada Amir Hizbut Tahrir, Syekh Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah. Ia berharap Ramadhan tahun ini menjadi momentum keberkahan dan pertolongan bagi umat.
Menyoroti Krisis Global dan Kondisi Umat
Pernyataan tersebut menekankan bahwa Ramadhan tahun ini tiba di tengah situasi dunia yang sedang berada di persimpangan jalan. Pihak Hizbut Tahrir menyoroti kegagalan sistem politik dan ekonomi Barat yang dianggap mulai terbongkar melalui berbagai krisis global.
“Sistem politik, keamanan, dan ekonomi Barat telah terbongkar oleh krisis yang semakin meningkat,” tulis pernyataan tersebut. Mereka juga menyinggung situasi di Palestina (Gaza), Suriah, dan wilayah konflik lainnya sebagai bukti ketangguhan umat Islam yang tidak mudah dikalahkan secara militer.
Waspada Terhadap “Bom Kebohongan”
Salah satu poin krusial dalam artikel ini adalah peringatan terhadap kampanye tipu daya yang disebut sebagai “bom kebohongan.” Hizbut Tahrir menilai bahaya terbesar saat ini bukanlah serangan militer, melainkan narasi yang mencoba meyakinkan umat Islam bahwa mereka lemah, tidak berdaya, dan belum saatnya untuk bangkit dari belenggu penjajahan.
Umat Islam diajak untuk tetap optimis dan menyadari potensi besar yang dimiliki jika bergerak di bawah kepemimpinan yang tulus dan sadar.
Seruan Penegakan Khilafah
Di bulan yang penuh berkah ini, Hizbut Tahrir menyerukan kepada kaum Muslim agar tidak membatasi Ramadhan hanya pada ibadah ritual seperti puasa, salat malam, dan sedekah. Ramadhan diminta menjadi bulan refleksi dan kontemplasi mengenai kewajiban menegakkan kembali Khilafah ar-Rasyidah kedua sesuai manhaj kenabian.
“Al-khilafah bagi Umat Islam adalah satu-satunya sistem politik dan administrasi yang mampu mengatur dan mengaktifkan potensi mereka,” tegas Ir. Shalahuddin.
Ajakan Kolaborasi Media
Sebagai penutup, mereka mengajak para aktivis media dan pembentuk opini publik untuk ikut serta mengawal isu-isu vital umat Islam sepanjang bulan suci ini melalui berbagai platform. Hizbut Tahrir menegaskan komitmen mereka untuk terus membentuk opini publik yang mengarahkan perhatian pada kemandirian umat Islam secara politik.
Sumber: Pres Rilis Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir No. 050/1447 H
Berikut kutipan lengkap pres rilis :
Pengumuman Hasil Monitoring Hilal Bulan Ramadhan al-Mubarak Tahun 1447 H
Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Bismillahi ar-rahmân ar-rahîm. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah saw, beserta keluarga dan para sahabat Beliau serta siapa saja yang mengikuti Beliau.
Imam al-Bukhari telah mengeluarkan di Shahîh-nya dari jalur Muhammad bin Ziyad, ia berkata: “Aku mendengar Abu Hurairah ra. berkata: “Nabi saw bersabda, -atau ia berkata: Abu al-Qasim saw bersabda:
«صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ»
“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya, dan jika kalian tertutup mendung maka genapkanlah hitungan Sya’ban tiga puluh”.
Atas dasar itu dan setelah memonitor hilal bulan Ramadhan al-mubarak pada malam ini, malam Rabu, maka telah terbukti rukyat hilal dengan rukyat yang syar’iy dan hal itu di beberapa negeri kaum Muslim. Atas dasar itu maka besok Rabu adalah hari pertama bulan Ramadhan al-mubarak untuk tahun 1447 ini.
Dalam momen ini saya kutipkan ucapan selamat saya dan ucapan selamat Direktur Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir dan semua orang yang bekerja di dalamnya kepada Amir Hizbut Tahrir al-‘alim al-jalil Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah seraya memohon kepada Allah SWT agar menolong beliau dan menjadikan untuk kita pertolongan dan peneguhan kekuasaan melalui kedua tangan beliau sehingga kita membaiatnya sebagai khalifah untuk kaum Muslim dalam waktu segera.
Sebagaimana Hizbut Tahrir bersama seluruh syababnya di seluruh dunia memohon dengan doa paling tulus kepada Allah SWT agar bulan Ramadhan tahun ini menjadi bulan kebaikan, keberkahan dan rahmat, dan agar bulan ini tidak berlalu kecuali Allah telah menganugerahkan pertolongan dan peneguhan kekuasaan kepada Umat Islam. Sebagaimana kami memohon kepada Allah SWT agar menurunkan ketenteramannya kepada mereka yang terpaksa tidur di tanah dan kekurangan kehangatan serta makanan, dan agar Dia membalaskan dendam kepada siapa saja yang telah mengkhianati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar doa.
Tahun Ramadan tahun ini tiba ketika umat ini berada di persimpangan jalan yang baru; di satu sisi, umat ini bergelut dengan sisa-sisa kondisi penjajahan dan duri pengkhianatan para penguasa, dan di sisi lain, kondisi global baru, terutama konflik-konflik Barat kafir penjajah, telah memberikan peluang baru yang jika dimanfaatkan, akan memungkinkan umat untuk bangkit kembali dalam waktu singkat.
Sistem politik, keamanan, dan ekonomi Barat telah terbongkar oleh krisis yang semakin meningkat. Penculikan presiden Venezuela, kejahatan-kejahatan entitas Zionis di negeri kaum Muslim, arogansi baru Amerika, dan terungkapnya bahwa organisasi-organisasi internasional hanyalah alat penjajahan, yang dibuang dan ditinggalkan bersama prinsip-prinsip palsunya segera setelah tidak lagi dibutuhkan. Semua perkembangan ini membuka lebih banyak pintu di depan Umat Islam untuk membebaskan diri dari penjara Sykes-Picot yang dipaksakan kepadanya oleh penjajahan.
Namun, yang harus diwaspadai Umat saat ini adalah kampanye tipudaya dan penyesatan yang diperbarui. Bertentangan dengan semua penilaian dangkal yang memenuhi layar media resmi, ancaman militer bukan lagi menjadi bahaya terbesar bagi Umat Islam. Afghanistan, Irak, Suriah, dan Gaza menjadi saksi bahwa Umat Islam tangguh dan tidak dapat dikalahkan secara telak, berapa pun lamanya perang yang dilancarkan terhadapnya. Melainkan, bahaya terbesar bagi Umat Islam saat ini adalah bom kebohongan yang coba dilontarkan oleh para penguasa pengkhianat terhadap opini publik dan pikiran para pemikir serta tokoh-tokoh berpengaruh yang mukhlis di tengah Umat Islam. Para penguasa pengkhianat dan para ruwaibidhah kroni-kroni di sekitar mereka di antara para penulis bayaran dan individu-individu yang putus asa, berupaya mempromosikan gagasan kekalahan dan kemunduran melalui filosofi penyerahan diri dan menjustifikasi kepatuhan para penguasa pengkhianat itu kepada Barat kafir penjajah dengan dalih kecerdasan dan manuver. Oleh karena itu, bahaya militer bukan lagi bahaya pertama bagi Umat Islam. Bahaya pertamanya adalah umat ini akan mempercayai narasi palsu bahwa mereka adalah umat yang tak berdaya dan tidak mampu, dan bahwa waktunya belum tiba bagi mereka untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan.
Sungguh, hakikat yang benar adalah bahwa Umat Islam itu kuat ketika mereka bergerak di belakang kepemimpinan yang tunggal, tulus, dan sadar. Umat Islam memiliki kesiapan, tekad, dan keteguhan yang cukup untuk memaksakan realitas yang mereka inginkan kepada musuh mereka lebih cepat daripada kemampuan musuh menangani realita ini. Kita telah menyaksikan hal ini selama beberapa dekade terakhir, setiap kali Umat Islam mengejutkan musuhnya dan memulai operasi yang tulus di tanah mereka sendiri. Seandainya mereka, ketika melancarkan serangan mendadak ini, mengorganisir kemampuan mereka dan memfokuskan kekuatan mereka, niscaya mereka dapat menuai buahnya dan memperoleh keuntungan darinya secara efektif.
Di sini datang peran al-Khilafah. Al-khilafah bagi Umat Islam adalah satu-satunya sistem politik dan administrasi yang mampu mengatur dan mengaktifkan potensi mereka. Ketika kaum Muslim memiliki khilafah, niscaya jumlah mereka memiliki pengaruh signifikan dan mereka diperhitungkan. Prestasi peradaban dan kontribusi sipil mereka memiliki dampak global yang berlanjut hingga saat ini. Sepanjang sejarah kaum Muslim, Daulah al-khilafah dengan Khalifah dan pasukannya yang besar, siap untuk menumpas siapa pun yang berani berpikir bahwa kaum Muslim adalah mangsa mudah bagi mereka yang tamak. Sebaliknya, sebagian dari individu yang tamak ini dimusnahkan oleh al-Khilafah dan menjadi sekadar peninggalan masa lalu.
Adapun para penguasa ruwaibidhah yang sedang duduk di atas singgasana negara-negara kacil Sykes-Picot dan mereka mengenakan topeng kedaulatan palsu untuk menipu bangsa mereka agar tidak bersatu dengan seluruh Umat Islam, posisi mereka di forum internasional seperti seorang pelayan yang jongkok di samping tuannya di meja pengambilan keputusan politik global, menunggu perintah untuk dilaksanakan, yang seringkali merupakan keputusan mengerikan terhadap bangsa-bangsa kaum Muslim.
Oleh karena itu, dan di bulan yang penuh berkah ini, kami menyeru seluruh kaum Muslim agar menjadikan Ramadhan, selain sebagai bulan puasa, bulan al-Quran, qiyam al-lail dan sedekah, juga sebagai bulan refleksi, kontemplasi, wawasan, dan penelaahan kembali tentang al-Khilafah dan bagaimana al-Khilafah itu merupakan bagian dari manhaj kenabian dan kewajiban bagi mereka yang tidak boleh ditunda. Dan jangan sampai bulan ini berakhir kecuali mereka bergandengan tangan dengan para syabab Hizbut Tahrir. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan mereka kepada pertolongan yang dekat sehingga kita dapat menegakkan al-Khilafah ar-rasyidah kedua yang mengikuti manhaj kenabian. Allah SWT berfirman :
﴿وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنكِيلاً﴾
“Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)” (TQS an-Nisa [4]: 84).
Sebagaimana kami menyeru para aktivis di berbagai media, website dan platform pembentuk opini publik untuk mengikuti acara-acara yang akan diselenggarakan Hizbut Tahrir sepanjang bulan suci Ramadhan al-mubarak di seluruh dunia, dan untuk berkontribusi dalam menyebarluaskan dan menyerukannya. Kami mengingatkan mereka bahwa para syabab Hizb telah memikul tanggung jawab untuk membentuk opini publik, memberikan nasehat, dan mengarahkan perasaan dan perhatian kaum Muslim kepada isu-isu vital. Tidak ada yang lebih penting bagi kaum Muslim saat ini selain isu penegakkan al-Khilafah ar-rasyidah kedua yang mengikuti manhaj kenabian. Jangan melewatkan kesempatan untuk berkontribusi dalam meerealisasi kewajiban agung ini, karena Allah akan meminta pertanggungjawaban kita atas apa yang telah Dia percayakan kepada kita. Allah SWT berfirman:
﴿وَقِفُوهُمْ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ﴾
“Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya” (TQS ash-Shafat [37]: 24).
Bulan Anda yang penuh berkah, wassalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu.
Malam Rabu, 1 Ramadhan al-mubarak 1447 H
Ir. Shalahuddin ‘Adhadhah
Direktur Kantor Media Pusat hizbut Tahrir