Pasukan Entitas Yahudi Terus Melakukan Invasi ke Wilayah Suriah

 Pasukan Entitas Yahudi Terus Melakukan Invasi ke Wilayah Suriah

Kantor Berita Arab Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA) melaporkan bahwa pasukan pendudukan Yahudi memasuki desa Saida al-Golan di pedesaan Quneitra selatan pada hari Rabu, 13 Mei 2026, dan menggeledah beberapa rumah. Secara bersamaan, pasukan pendudukan Yahudi ditempatkan di antara rumah-rumah tersebut sebelum mereka mundur dari daerah itu.

Sungguh Ahmad al-Syara’ benar-benar menunjukkan kelemahannya sehingga mendorong entitas Yahudi untuk melanjutkan pelanggarannya, bahkan al-Syara’ menunjukkan kerinduan akan perdamaian dengan entitas kriminal yang menduduki tanahnya hingga pinggiran Damaskus. Sebelumnya ia menyatakan: “Negosiasi dengan (Israel) belum menemui jalan buntu, tetapi berjalan dengan sangat sulit karena (Israel) bersikeras untuk mempertahankan kehadirannya di wilayah Suriah.”

Menteri Luar Negeri Suriah As’ad al-Syaibani mengatakan, “Selama satu setengah tahun, (Israel) telah berupaya mengancam dan menggoyahkan stabilitas Suriah. Sejak hari pertama, kami menyatakan komitmen kami terhadap Perjanjian Pemisahan Pasukan (Agreement on Disengagement) tahun 1974 dan untuk mengaktifkan peran Pasukan Pengamat Pelepasan PBB, United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF). Kami telah terlibat dalam negosiasi di bawah naungan Amerika karena Suriah ingin fokus pada rekonstruksi, stabilitas, dan menciptakan lingkungan yang aman untuk kembalinya warga Suriah.”

Mereka yang bertanggung jawab atas rezim tersebut sedang memimpikan bahwa rekonstruksi, stabilitas, dan keamanan akan datang melalui perdamaian dengan entitas Yahudi dan penyerahan diri kepadanya. Mereka gagal menyadari bahwa mereka akan tetap terhina di bawah dominasi musuh ini, seperti yang terjadi pada Otoritas Palestina. Mereka lebih memilih kehidupan duniawi, dengan melanggar hukum Islam, yang menyerukan kaum Muslim untuk berjihad dan membela agama, kehidupan, tanah, dan kehormatannya. Mereka telah melupakan firman Allah SWT.:

﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ * إِلاَّ تَنفِرُواْ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلاَ تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ‏﴾

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, ‘Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,’ kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan) dunia? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan azab yang pedih serta menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (TQS. At-Taubah [9] : 38-39). (hizb-ut-tahrir.info, 14/5/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *