Hasbi Aswar: Penjara Berparit Buaya Cermin Kepanikan Israel
MediaUmat – Rencana Israel membangun penjara berkeamanan tinggi yang dikelilingi parit berisi buaya ganas dinilai mencerminkan ketakutan mendalam dan kepanikan penjajah Zionis dalam menghadapi perlawanan kelompok pejuang di Jalur Gaza.
“Ini sebenarnya menunjukkan betapa takutnya penjajah Zionis terhadap kelompok pejuang di Gaza, sehingga membuat mereka berpikir berlebihan dalam memperlakukan para tahanan ini,” ujar Pengamat Hubungan Internasional Hasbi Aswar, Ph.D. kepada media-umat.com, Ahad (19/7/2026).
Pernyataan tersebut menanggapi langkah terbaru Menteri Perlindungan Lingkungan Israel Idit Silman, yang menandatangani perintah klasifikasi ulang buaya sebagai “hewan liar yang dikelola”. Kebijakan ini memuluskan proposal Menteri Keamanan Nasional ekstremis kanan, Itamar Ben Gvir, untuk memelihara buaya di fasilitas Layanan Penjara Israel guna mencegah pelarian tahanan Palestina. Dinas Penjara Israel dilaporkan telah mulai meneliti kelayakan proyek ini, termasuk mempelajari penanganan buaya ke berbagai kebun binatang.
Hasbi menjelaskan, fasilitas super ketat tersebut memang sengaja disiapkan secara khusus untuk menahan warga Palestina yang ditangkap pasca-peristiwa 7 Oktober 2023.
“Kabarnya, penjara yang akan dikelilingi buaya tersebut diperuntukkan bagi para tahanan yang ditangkap setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan dicurigai terafiliasi dengan Hamas. Hal ini dilakukan untuk mencegah mereka melarikan diri dan menyusun kembali perlawanan terhadap Zionis Israel,” urai Hasbi.
Ia juga menambahkan, rekam jejak kekejaman Israel di dalam jeruji besi bukanlah hal baru. Selama ini, warga Palestina kerap ditangkap tanpa prosedur hukum yang jelas, serta mengalami penyiksaan fisik, psikologis, hingga pemutusan akses konsumsi dan air minum yang layak.
Namun, Hasbi menegaskan, segala bentuk intimidasi dan tindakan tidak manusiawi tersebut terbukti gagal meredam semangat perjuangan rakyat Palestina.
“Para tahanan Gaza sejak dulu sebenarnya sudah diperlakukan secara tidak manusiawi di penjara-penjara Zionis. Tujuannya adalah untuk mengintimidasi para pejuang dan menghentikan perlawanan mereka. Namun buktinya, semua upaya tersebut tidak bisa menghentikan perlawanan warga Palestina terhadap penjajah Zionis Israel,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret menghentikan kebrutalan global ini, Hasbi mendesak adanya tindakan nyata dan mobilisasi kekuatan dari negara-negara Muslim di seluruh dunia.
“Kita masih menunggu sikap tegas dunia Islam untuk mengirimkan tentara dan memboikot Zionis agar semua kekejaman mereka bisa segera dihentikan,” pungkasnya.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat