Entitas Yahudi: Kami Tidak Ingin Otoritas Palestina Runtuh
Pada 13 Juli 2026, kabinet entitas Yahudi mengumumkan perpanjangan hubungannya dengan bank-bank Palestina, menyusul keputusan sebelumnya oleh Menteri Keuangan Smotrich untuk membatalkan mekanisme yang memungkinkan bank-bank Palestina beroperasi dengan bank-bank entitas Yahudi—sebuah langkah yang akan menyebabkan runtuhnya Otoritas Palestina. Namun, ia membatalkan keputusannya dan menyetujui keputusan pemerintahnya untuk memperpanjang hubungan tersebut. Sekretaris kabinet entitas Yahudi, Yossi Fuchs, mengatakan, “Kami wajib menerima keputusan ini; kami tidak ingin Otoritas Palestina runtuh.”
Bank-bank Palestina tidak dapat mengakses sistem keuangan global kecuali melalui bank-bank entitas Yahudi dan sistem manajemen perdagangan perantara Otoritas Palestina. Bank-bank entitas Yahudi mengenakan biaya untuk transfer keuangan ke bank-bank Palestina dan untuk mengelola perdagangan Palestina.
Keputusan pemerintah entitas Yahudi ini diambil setelah intervensi Amerika Serikat, yaitu ketika Gubernur Otoritas Moneter Palestina, Yahya Shannar, meminta Amerika Serikat untuk turun tangan guna menyelesaikan krisis dengan entitas Yahudi. Otoritas Palestina telah meninggalkan perjuangan bersenjata dan tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap entitas Yahudi, sehingga mereka beralih kepada pelindung Amerika Serikat. Demikian pula, entitas Yahudi tidak dapat menentang perintah dan kebijakan Amerika Serikat, sebab entitas Yahudi ada semata-mata bergantung pada dukungan Amerika Serikat.
Memburuknya situasi ekonomi Otoritas Palestina telah memicu protes terhadapnya. Sementara itu, entitas Yahudi menahan sekitar 4,5 miliar dolar AS pendapatan pajak yang dikumpulkan oleh Otoritas Palestina dari warga Palestina di Tepi Barat.
Perlu dicatat bahwa Otoritas Palestina mengakui entitas Yahudi dan pendudukan mereka atas sekitar 80% wilayah Palestina sejak penandatanganan Perjanjian Oslo yang penuh pengkhianatan pada tahun 1993. Lebih jauh lagi, mereka bertindak sebagai pelindung entitas ini dengan kedok koordinasi keamanan, pelaporan, dan penyerahan setiap warga Palestina yang berniat melakukan tindakan apa pun terhadap entitas Yahudi. Pada saat yang sama, otoritas ini sama sekali tidak melakukan apa pun untuk melindungi rakyat Palestina, yang hampir setiap hari menjadi sasaran serangan oleh para pemukim di bawah perlindungan tentara Yahudi.
Oleh karena itu, keberlanjutan Otoritas Palestina sangat penting bagi entitas Yahudi, meskipun ada seruan dari beberapa menteri untuk menghapuskannya. Hal ini menggarisbawahi bahaya besar dan konsekuensi serius dari penandatanganan perjanjian normalisasi dengan entitas Yahudi (hizb-ut-tahrir.info, 15/7/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat