Perdana Menteri Baru Irak Mengunjungi AS untuk Menegaskan Loyalitasnya
Pada 14 Juli 2026, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi mengunjungi Amerika Serikat, di mana ia diterima oleh Presiden Trump di Gedung Putih. Trump mengatakan kepadanya, “Saya menyukai Irak bersama Perdana Menteri, dan saya sangat tertarik dengan terpilihnya beliau sebagai Perdana Menteri.” Pernyataan ini menegaskan bahwa pengangkatannya pada 16 Mei 2026, terjadi atas permintaan Amerika Serikat, setelah Trump menolak untuk mengangkat kembali Nouri al-Maliki sebagai Perdana Menteri.
Perlu dicatat bahwa Nouri al-Maliki telah memberikan jasa besar kepada Amerika Serikat. Ia memimpin pemerintahan Irak pada tahun 2006 selama pendudukan langsung Amerika Serikat di Irak hingga tahun 2015, dan ia diangkat sebagai Wakil Presiden Irak antara tahun 2016 dan 2018. Ia menandatangani perjanjian keamanan dengan Amerika Serikat pada tahun 2008, yang memungkinkan Amerika Serikat untuk melakukan intervensi kapan pun Amerika Serikat melihat adanya ancaman terhadap rezim di Irak dengan alasan melindungi demokrasi, dan kapan pun penguasa Irak memintanya untuk melakukan intervensi. Amerika Serikat puas dengan jasa-jasanya yang besar terhadap Amerika Serikat, meski aroma korupsi dan kejahatan terlihat jelas, serta pelecehan dan ketidakadilan tersebar luas pada masa pemerintahannya dengan persetujuan Amerika Serikat. Namun setelah reputasinya benar-benar buruk dan ternoda, maka Amerika Serikat ingin mengganti anteknya ini (al-Maliki) dengan yang baru (al-Zaidi).
Sebelum pertemuannya dengan Trump, al-Zaidi bertemu dengan Tom Barrack, duta besar Amerika Serikat untuk Ankara dan utusan khusus Trump untuk Suriah, Irak, dan Lebanon, yang berperan dalam pengangkatan al-Zaidi. Dengan demikian, Barrack menjadi kontak langsung Amerika Serikat untuk al-Zaidi dan Irak.
Sejak pendudukan, para penguasa Irak telah menegaskan kesetiaan mereka kepada Amerika Serikat dan berlomba-lomba untuk menyediakan layanan kepada Amerika Serikat serta melanggengkan penjajahannya atas Irak dengan kedok kemitraan ekonomi, investasi, serta kerja sama keamanan dan militer (hizb-ut-tahrir.info, 15/7/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat