UIY: ART RI-AS Batasi Kedaulatan Regulasi Nasional
MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengungkapkan Perjanjian Dagang Resiprokal (Agreement on Resiprocal Trade/ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat membatasi kedaulatan regulasi nasional.
“Inilah yang saya kira, apa yang tadi disebut bahwa perjanjian itu membatasi kedaulatan regulasi nasional,” tuturnya dalam Diskusi Tabloid Media Umat Perjanjian Indonesia-Amerika: Siapa Untung Siapa Buntung? di kanal YouTube Tabloid Media Umat, Ahad (1/3/2026).
Hal itu disampaikan UIY karena ada beberapa regulasi nasional yang ditabrak salah satunya regulasi tentang jaminan produk halal. Penabrakan itu terjadi lantaran yang dijadikan pertimbanggan adalah risiko dan sains, bukan lagi halal ataupun haram.
“Makanya, babi itu kalau mereka bisa buktikan bahwa tidak berbahaya secara scientific, maka Indonesia tidak boleh melarangnya,” ujarnya.
Jadi, jelas UIY, BPOM Indonesia sekarang berubah fungsi menjadi tukang stempel. Karena harus tunduk kepada VDA (Food and Drug Administration).
“Jadi BPOM Amerika tidak boleh dievaluasi ulang di Jakarta. Harus mengakui eksistensi lembaga di Amerika untuk daging,” tukasnya.
Terakhir, ia menegaskan, ART RI-AS telah merusak kepentingan Indonesia yang mayoritas berpenduduk Muslim. “Nah, ini saya kira sesuatu yang betul-betul sudah merusak apa yang menjadi kepentingan kita selama ini,” tandasnya.[] Nur Salamah
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat