Israel Gabung BoP, Pengamat: Negeri-Negeri Muslim Seharusnya Keluar
MediaUmat – Bergabungnya Israel ke Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trumppada Rabu (11/2), menurut Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitical Institute Hasbi Aswar, Ph.D. seharusnya membuat negeri-negeri Muslim keluar dari lembaga tersebut.
“Seharusnya Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya memutuskan untuk keluar dari lembaga ini,” tuturnya kepada media-umat.com, Ahad (15/2/2026).
Karena secara logika, kata Hasbi, kalau tujuan dari lembaga untuk menciptakan perdamaian harusnya aktor yang mengancam perdamaian yang menjadi objek yang mesti ditangani, bukan malah diajak rembuk dan kerja sama.
“Ibarat polisi sedang buat tim untuk menghentikan perampokan tapi perampoknya juga diajak ikut berembuk dan bekerja sama menghentikan perampokan itu. Ini kan ide gila dan tidak masuk akal,” ujarnya.
Hasbi menilai, dengan masuknya Israel ke BoP, fungsi negara-negara lain termasuk negara-negara Muslim menjadi tidak berarti bahkan dipaksa melalui BoP untuk berkompromi dengan kepentingan penjajahan Zionis yang kalau mereka menolak akan dengan mudah didepak oleh pimpinannya, Donald Trump.
Ia menegaskan, solusi bagi negeri-negeri Muslim adalah keluar dari BoP sebelum mereka semakin jauh berada di bawah permainan politik Zionis dan AS.
“Atau kalau masih berharap mengubah dari dalam, kita tunggu saja aksi dari para pemimpin dunia Islam itu. Berani tidak mereka berpidato untuk mengecam genosida Zionis dan menuntut penangkapan Netanyahu di forum tersebut? Semoga mereka bisa berani seperti itu, tapi kalau tidak berani, ya sudah apa pun alibi mereka, publik akan menilai bahwa mereka bagian dari konspirasi yang mendukung genosida Gaza,” pungkasnya.[] Achmad Mu’it
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat