Hikmahanto: Negoisasi adalah Exit Strategy Trump
MediaUmat – Terkait babak negosiasi dalam Perang Amerika Serikat-Israel (Amis) versus Iran, Pakar Hukum Internasional Prof. Hikmahanto Juwana menjelaskan negoisasi ini adalah jalan keluar (exit strategy) dari pihak Presiden AS Donald Trump
“Negoisasi ini adalah sebenarnya exit strateginya dari pihak Trump,” ujarnya dalam diskusi Skenario Akhir Perang Iran-Amis, Ahad (12/4/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.
Pasalnya, menurut Hikmahanto, Trump ini jangan dia merasa jangan sampai kehilangan muka dan juga jangan sampai dia kehilangan pendukung.
“Terutama menghadapi midterum election di Amerika Serikat yang bulan November yang kalau misalnya Kongres itu akan dikuasai oleh partai Demokrat itu dia bisa menghadapi impeachment,” ungkapnya.
Deadlock
Sebenarnya, ucap Hikmahanto, perundingan ini belum bisa dikatakan gagal (deadlock sementara) karena namanya perundingan itu biasanya enggak sekali ketemu langsung jadi.
Menurut Hikmahanto, Trump bahkan kemarin ini mungkin sudah tahu bahwa apa namanya negosiasi akan berjalan alot dan enggak bisa selesai satu hari.
“‘Saya enggak peduli mau setuju atau tidak setuju terkait dengan kesepakatan ini yang saya minta adalah senjata nuklir tidak boleh ada di Iran ini’ dan dia bilang ‘99%’,” ujarnya mengutip ucapan Trump.
Jadi, papar Hikmahanto, keinginan dari AS, tujuan dari serangan AS ini enggak jelas maunya apa.
“Kan tadinya untuk membantu para demonstrasi kalau misalnya dia ditekan oleh pemerintah Iran. Terus kemudian berubah menjadi senjata nuklir. Terus kemudian berubah menjadi pergantian rezim. Bahkan terus kemudian membuka Selat Hormuz,” sambungnya.
Ini yang berganti-ganti yang diinginkan oleh Amerika Serikat itu kalau dalam sistem perang menurut Hikmahanto, para komandan itu enggak boleh kayak gitu.
“Kalau dia kasih instruksi misalnya itu ada bendera lawan kamu turunkan gimana caranya itu jelas clear jadi anak buah itu melakukan itu tapi kalau misalnya berganti-ganti ini sebenarnya enggak jelas ini,” sebutnya.
“Maka banyak di Amerika Serikat itu banyak yang bertanya ini sebenarnya kita perang untuk apa sih sebenarnya?” katanya.
Ia mengutip ucapan Joe Kent, Direktur Kontra Terorisme Amerika Serikat yang mengundurkan diri.
“Ia mengatakan, ‘Iran sebenarnya bukan ancaman terdekat Immenent Treaty Amerika Serikat’. Bahkan dia berani mengatakan bahwa ‘serangan itu karena didorong oleh lobby Yahudi orang-orang Amerika keturunan Yahudi yang bilioner dan lain sebagainya yang kasih uang banyak untuk kampanye yang ingin melindungi Israel,” lanjutnya.
Sabotase
Memang yang jadi masalah itu, ucap Hikmahanto, satu nih penyabotase yaitu siapa yang melakukan sabotase ini?
Ia menilai semua pasti yakin tahulah ya Israel sebab sering kali ketika Amerika Serikat mau keluar [dari perang] tetapi justru Israel melakukan serangan. Baik itu serangan ke Iran atau sekarang ini bagi Israel dia akan mendorong memprovokasi agar Amerika terus ada di dalam perang ini sampai dengan tujuannya yaitu pergantian rezim dari mulah ke kerajaan itu terjadi.
“Nah jadi inilah yang faktor yang harusnya dilihat oleh masyarakat internasional juga,” pungkasnya.[] Muhammad Nur
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat