Akademisi Beberkan Lobi Yahudi Itu Tidak Main-Main

 Akademisi Beberkan Lobi Yahudi Itu Tidak Main-Main

MediaUmat Akademisi dan peneliti yang pernah belajar di AS selama 17 tahun Ahmad Rusdan H. Utomo, Ph.D. menyebut, akademisi terkenal dan ekonom Amerika Serikat sudah menyoroti bahwa ternyata lobi Yahudi itu enggak main-main.

“Jadi, akademisi yang terkenal John Mearsheimer (guru pendidikan tinggi AS) sama satu lagi ekomon Jeffrey Sachs kalau enggak salah. Itu memang sudah menyoroti bahwa ternyata lobi Yahudi itu enggak main-main,” bebernya dalam diskusi Skenario Akhir Perang Iran-Amis, Ahad (12/4/2026) di kanal YouTube Media Umat.

Ia mencontohkan, Hakeem Jeffries sebagai tokoh Partai Demokrat sudah dibeli oleh lobi-lobi Yahudi.

True. Itu memang benar. Luar biasa itu uangnya,” ujarnya.

Karena memang, tegasnya, demokrasi sangat mahal.

Kemudian, ia menganalogikan biaya demokrasi di Indonesia begitu mahal.

“Di Indonesia kita tahulah, berapa modalnya, balik modal atau enggak. Di Amerika juga kurang lebih sama. Mereka perlu uang, mereka perlu cash. Meskipun ada aturannya. Ada aturan bahwa maksimum berapa dolar yang boleh diberikan oleh satu donatur,” ungkapnya.

Tapi, lanjutnya, manusia paham celah-celah hukum.

“Itu real. Makanya Marjorie Taylor Greene mengungkap itu semua (celah hukum). Dan Marjorie tidak bisa ngapa-ngapain, karena tidak punya lobi-lobi Yahudi. Dia betul-betul dibantu oleh Trump karena dia yang berhasil membantu Trump mendapatkan majority vote di Georgia. Apalagi Georgia termasuk negara yang sangat penting untuk swing ke arah Partai Republik,” paparnya.

Sedangkan, imbuhnya, senator lain sangat bergantung pada uang Yahudi. Maka, cetusnya, muncul pertanyaan, apakah Yahudi menanggung beban besar. “Yahudi itu bebannya besar enggak?” tanyanya retoris.

Ia mengungkapkan, jika melihat dari anggaran Amerika secara keseluruhan, itu masih kecil. Misalnya, Amerika bantu Israel, secara keseluruhan nominal anggarannya masih sangat kecil dibandingkan yang dikeluarkan lobi-lobi Yahudi.

Makanya, tegasnya, nanti perang narasi itu penting. “Karena kalau bisa disampaikan bahwa gara-gara Israel menarik Amerika perang padahal sebenarnya tidak ada imminent threat. Ini kan yang dijual ancaman bahwa akan ada ancaman nyata dalam waktu yang sesingkat-singkatnya bahwa nuklir ke Amerika Serikat oleh Iran,” bebernya.

Padahal, jelasnya, sebenarnya ancaman itu bukan ditujukan ke Amerika Serikat melainkan ke Israel.

“Tapi karena Israel pintar bikin power point yang bisa meyakinkan Trump. Walaupun inner circle-nya, kalau kata Marco Rubio itu farsicle, sesuatu hal yang bias. Tapi Trump itu orangnya gila hormat dan pujian,” ujarnya.

Jadi, paparnya, begitu Israel bisa meyakinkannya, Trump menganggap bahwa ia bisa jadi superhero.

“Wah saya bisa dianggap sebagai pahlawan dan mungkin bisa mengangkat polling saya, kalau perangnya cepet. Yang Venezuela atau istilahnya seperti yang di quick win. Jadi nanti kita pantau saja dari sisi politiknya seperti apa,” tutupnya.[] Novita Ratnasari

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *