Ulama: Termasuk Mahjura Bila Qur’an Sekadar Dibaca

 Ulama: Termasuk Mahjura Bila Qur’an Sekadar Dibaca

MediaUmat Ulama Dr. Hakim Abdurrahman menilai ketika kaum Muslimin memaknai Nuzulul Qur’an hanya sebagai bacaan, maka termasuk golongan mahjura.

“Ketika kaum Muslimin hanya memaknai Nuzul Qur’an itu, hanya sebagai bacaan maka seperti kata Allah, kita ini golongan yang mahjura,” ulasnya dalam acara Ngaji: Nuzulul Qur’an dan Perubahan Politik Islam, Senin (9/3/2026) di kanal YouTube Rayah TV.

Kata Allah, jelasnya, golongan mahjura adalah orang-orang yang mengabaikan Al-Qur’an.

“Memaknai Nuzulul Qur’an itu hanya sebagai bacaan, Allah sendiri sudah ngomong di Al-Qur’an kita ini mahjura, orang yang mengabaikan, lalai kepada Al-Qur’an,” bebernya.

Indikasi sekadar dibaca, tegasnya, Al-Qur’an itu tidak diimplementasikan sebagai aturan hidup secara formal dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Sekarang kalau kita perhatikan dunia ini ya itu, jauh sekali dari aturan-aturan Al-Qur’an ya. Jauh sekali dari aturan Al-Qur’an secara formal,” ujarnya.

Bahkan, ungkapnya, secara formal tidak ada satu komunitas ataupun negara yang memformalkan aturan-aturan Allah yang terformulasikan di dalam Al-Qur’an yang meniscayakan terwujudnya kedamaian atau kesejahteraan, dan sebagainya.

Terakhir, ia merasa yakin, jika umat tidak memahami Nuzulul Qur’an secara tuntas, bahwasanya Allah menurunkan Al-Qur’an untuk mengurus dunia, maka penjajahan hegemoni Amerika ini akan terus berlangsung.

“Satu-satunya jalan bagi umat untuk menghentikan penjajahan, ya dari kesadaran Nuzulul Qur’an. Ini adalah mewujudkan khilafah islamiah yang itu nanti akan menjadi instrumen, lawannya penjajah yang dipimpin oleh Amerika.” pungkasnya.[] Novita Ratnasari

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *