Perang Iran-AS Menyadarkan Pentingnya Persatuan Umat dan Urgensi Khilafah

 Perang Iran-AS Menyadarkan Pentingnya Persatuan Umat dan Urgensi Khilafah

Oleh: Guru Luthfi Hidayat

Peristiwa yang paling menguras perhatian dalam satu bulan ini adalah perang AS dengan Iran. Terlepas adanya perbedaan pendapat terkait posisi Iran dengan syi’ahnya namun kita mengetahui bahwa para ulama Saudi telah sepakat bahwa para penduduk Iran adalah muslim dan bagian dari umat Islam, hal ini dibuktikan dengan dibolehkannya orang-orang Iran masuk ke kota Mekah beribadah Haji setiap tahun. Dan terlepas kita juga tidak menutup mata ada di antara kelompok-kelompok atau sekte-sekte dalam Syiah yang jelas terkategori dalam kelompok yang sesat bahkan telah keluar dari Islam. Namun perang AS-Iran ini telah banyak memberikan pelajaran banyak kepada kita, diantaranya adalah:

1. Dalam perang ini Iran melawan 2 negara yaitu Amerika Serikat sebagai negara adidaya super power dunia dan israel pemukim yahudi, bahkan sebenarnya Iran juga menghadapai 8 negara karena selain AS dan israel, ada 6 negara Arab yaitu Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Yordania, Kuwait, Qatar dan Bahrain yang turut membantu Amerika.

Perang ini telah menyadarkan kita pentingnya persatuan umat. Karena kita bisa melihat satu negara muslim saja yang melawan AS dan israel sudah mampu mengimbangi perlawanan mereka dan bahkan terbukti mampu mengalahkan AS dan israel dengan semua dana dan senjatanya.

Bayangkan jika umat Islam dengan populasi 2 milyar lebih penduduk dunia dan lebih dari 50 negara bersatu, sudah pasti AS dan israel kalah telak dan tidak akan berani melawan sejak awal.
Bersatunya umat Islam ini adalah perintah Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya:

{وَٱعۡتَصِمُوا۟ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِیعࣰا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ۚ }

Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. [Surat Ali ‘Imran: 103]

2. Negara yang dilawan Iran ini adalah negara yang menebar kezhaliman dan bencana bagi umat manusia, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.

}وَٱللَّهُ لَا یُحِبُّ ٱلظَّـٰلِمِینَ {

Dan Allah tidak menyukai orang zalim. [Surat Ali ‘Imran: 57]

AS adalah negara yang telah melakukan kejahatan yang luar biasa, menjatuhkan rudal dan senjata nuklir, dan merusak batas-batas kedaulatan negara lain sekehendak hatinya.

3. Berbagai kezhaliman dan kejahatan AS dan Israel tidak mungkin dihentikan jika umat Islam lemah dan tercerai berai. Disinilah urgensinya umat Islam memiliki khilafah yang menyatukan umat untuk menghentikan segala bentuk kezhaliman dan kejahatan, dan diganti dengan keadlian dan kesejahteraan yaitu dengan diterapkan aturan Islam yang rahmatan Lil ‘aalamin

4. Khilafah adalah ajaran islam
Tertulis dalam kitab-kitab para ulama ahlus sunnah wal jama’ah
Diantaranya dalam firman Allah SWT surat Al-Baqarah ayat 30

{وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً}

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. [Surat Al-Baqarah: 30]

Imam al-Qurtubi menyatakan:

هذه الآية أصل في نصب إمام وخليفة يسمع له ويطاع، لتجتمع به الكلمة، وتنفذ به أحكام الخليفة, ولا خلاف في وجوب ذلك بين الامة ولا بين الائمة

Ayat ini dasar bagi pengangkatan imam dan khalifah yang wajib didengar dan dita’ati, untuk menyatukan pendapat serta melaksanakan, hukum-hukum khalifah. Tidak ada perbadaan tentang wajibnya hal tersebut diantara umat, tidak pula diantara para imam.

Imam Nawawi menyatakan dalam ktab syarah shahih muslim

وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ يَجِبُ عَلَى الْمُسْلِمِينَ نَصْبُ خَلِيفَةٍ وَوُجُوبُهُ بِالشَّرْعِ لاَ بِالْعَقْلِ

“Para Ulama sepakat bahwa wajib bagi umat Islam mengangkat khalifah, dan kewajiban itu didasarkan hukum syara, bukan didasarkan akal.”

Bahkan dalam buku fiqih paling ringkas yaitu Fiqh Islam, karangan Prof. KH Sulaiman Rasyid Hal: 495 disebutkan “Kaum Muslim (ijma mu’tabar) telah bersepakat bahwa hukum mendirikan khilafah itu adalah fardhu kifayah atas semua kaum muslimin

Semoga Allah segera menurunkan pertolongan nya kepada kita semua dan seluruh kaum muslim dengan terwujudnya persatuan umat dan tegaknya syariat Islam secara kaffah di bawah naungan khilafah ‘ala minhajin nubuwah, sehingga terwujud Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang membawa keadlian dan kedamaian bagi seluruh umat manusia.
Wallahu a’lam bis shawab

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *