UIY Ungkap Keganjilan BoP Bentukan Trump
MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) mengungkapkan keganjilan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memandang Palestina sebagai faktor yang merugikan perdamaian.
“Nah, cara pandang seperti ini saja, itu sebenarnya sudah ganjil,” ujarnya dalam Fokus: Kebiadaban Israel di Tengah Ramadhan, BoP Diam, Ahad (22/2/2026) di kanal YouTube UIY Official.
Menurutnya, ketika mereka (Trump dan gerombolannya) membicarakan tentang peace building (menciptakan perdamaian), Palestina itu sebagai faktor disadvantage (yang merugikan), faktor yang menimbulkan tidak terjadinya perdamaian.
“Jadi, Palestina dalam hal ini tentu saja adalah Hamas sebagai aktor utamanya (pelaku disadvantage), tapi tidak pernah menganggap Israel itu sebagai aktor utama,” jelasnya.
UIY mencontohkan ketika Zionis itu melakukan berbagai tindakan yang jelas itu jauh dari pengertian peace building, mereka (Trump dan gerombolannya) diam saja, karena itu tidak dianggap sebagai faktor.
Namun, selanya, coba kalau yang melakukan itu Hamas, pasti mereka ribut. “Nah ini saya kira lubang besar yang menganga dari apa yang disebut Board of Peace itu,” ujarnya.
UIY menggambarkan Israel tetap saja menyerang Gaza, tetap menyerang Tepi Barat, kemudian tetap saja membangun pemukiman baru, bahkan mengusir penduduk lokal, kemudian menghalangi orang beribadah, menghalangi bantuan kemanusiaan di Rafah, itu semua dilakukan setelah BoP terbentuk.
“Nah, karena itu sebenarnya kita sebagai sebutlah pengamat, itu sudah berulangkali menyatakan keraguan, yang didasarkan kepada rekam jejak atau track record, track record-nya Zionis Yahudi, yang tidak pernah memenuhi seluruh perjanjian dan komitmen-komitmennya sejak dari perundingan perdamaian Oslo, Madrid, Camp David, dan lain sebagainya,” ungkapnya.
UIY memandang banyak sekali perundingan damai itu, dan yang terakhir adalah BoP ini.
“Nah yang paling baru, BoP itu sudah dibentuk, tapi tetap saja, karenanya juga kita sering mengatakan, kita ini perlu bukti berapa banyak lagi untuk sampai pada kesimpulan bahwa Zionis Yahudi itu sudah tidak bisa dipercaya. Zionis Yahudi dan akhwanahum (dan gerombolannya) itu termasuk Trump di dalamnya itu sudah ndak bisa dipercaya,” pungkasnya.[] ‘Aziimatul Azka
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat