UIY: Islam Menjauhkan dari Sikap Individualisme
MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menegaskan Islam itu agama yang menjauhkan dari sikap individualisme.
“Jadi, Islam itu agama yang menjauhkan diri kita pada individualisme, egoisme,” tuturnya dalam Majelis One Ummah TV bertajuk Ramadhan Karim: Meneguhkan Takwa, Menebarkan Berkah Bagi Sesama, Selasa (17/2/2026) di kanal YouTube 1 Ummah.
Sebab, jelasnya, Islam mengajarkan kepedulian. Kepedulian yang pertama dan utama, sebutnya, adalah kepedulian imani atau akidah. Ialah keinginan agar sesama manusia merasakan iman dan takwa.
“Di situlah ada dakwah, amar ma’ruf nahi mungkar. Kita tidak boleh membiarkan saudara kita dalam kesalahan begitu saja dan kebodohan. Karena orang yang tidak mengerti sangat mungkin salah dan ketika dia salah sangat mungkin kesalahannya kena kepada kita,” bebernya.
Contohnya, sebut UIY, di tengah masyarakat ada satu anak nakal dan masyarakat sangat terganggu. Hal tersebut menunjukkan bahwa umat tidak boleh membiarkan kerusakan yang timbul di tengah masyarakat.
Kedua, kepedulian sosial. Kepedulian dimaksud, menurut UIY, menyangkut pendidikan, ekonomi, kesejahteraan, keamanan, terutama menyangkut kemuliaan sampai pada perkara-perkara yang dasar. Sebagaimana yang umat lihat saudara-saudara Muslimin di Palestina.
“Itu jelas sekali. Mereka untuk hidup normal saja susah karena ada kedzaliman yang luar biasa,” kritiknya.
Karena itulah, UIY berpesan, takwa harus tumbuh dengan kesadaran kesaudaraan. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Kaum Muslimin itu ibarat satu tubuh.”
Menurutnya, satu bagian sakit satu bagian lain juga ikut sakit.
“Tapi kalau kaki terantuk, berdarah, serta infeksi tapi mulut tertawa terbahak-bahak dan mata berbinar-binar. Nah itu diragukan,” ungkapnya
Ia mengingatkan, kaum Muslim tidak boleh membiarkan saudaranya dalam kesalahan begitu saja dan kebodohan.
Sebab, tegasnya, orang yang tidak mengerti sangat mungkin salah dan ketika seseorang salah, sangat mungkin kesalahannya berdampak kepada diri kita sendiri.
“Contohnya di tengah masyarakat ada 1 anak nakal dan kita sangat terganggu. Itu menunjukkan kita tidak boleh membiarkan kerusakan yang timbul di tengah masyarakat,” pungkasnya.[] Novita Ratnasari
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat