Saksi dari Kalangan Mereka Sendiri Bersaksi tentang Tindak Kriminal serta Kebrutalan Kaum Yahudi
Al-Sharq al-Awsat, Rabu (14/10/2026), melaporkan bahwa Lembaga Keamanan dalam entitas Yahudi terlibat dalam konfrontasi tidak langsung dengan Perdana Menteri mereka, Netanyahu. Mereka menuding kelompok pemukim “Hilltop Youth”—kelompok pemuda radikal asal Israel yang mendirikan pemukiman liar (pos terdepan/outpost)—di Tepi Barat sebagai inti dari “organisasi yang kokoh dan brutal, yang melancarkan perang preventif untuk mengusir warga Palestina dari Tepi Barat.”
Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada surat kabar Yedioth Ahronoth, “Ini bukan sekadar segelintir orang; jumlah mereka bukan hanya segelintir. Siapa pun yang mengatakan demikian, berarti ia memang tidak ingin menyelesaikan masalah ini. Kita berbicara tentang kelompok inti yang kuat, yang terdiri dari 300 hingga 500 orang yang bertindak layaknya binatang buas.”
Pernyataan sumber keamanan tersebut muncul sebagai tanggapan langsung terhadap pernyataan Netanyahu sebelumnya, di mana ia mengeklaim bahwa serangan yang dilakukan oleh pihak yang ia sebut sebagai “segelintir pembuat onar di bawah umur di Tepi Barat” telah dibesar-besarkan, jika dibandingkan dengan apa yang ia sebut sebagai “serangan mematikan yang dilancarkan oleh pihak Palestina.” (aawsat.com, 14/10/2026).
Berlawanan dengan pernyataan Netanyahu, institusi keamanan mengonfirmasi bahwa serangan dari pihak Palestina mengalami penurunan yang signifikan, sementara serangan oleh para pemukim terhadap warga Palestina justru menunjukkan tren yang “berlawanan, berbahaya, meningkat, dan terus berlanjut.”
Sumber dari pihak keamanan menyatakan, “Mereka adalah penjahat dalam arti yang sesungguhnya; mereka membakar rumah-rumah beserta penghuninya di dalam. Jika dulu mereka membenarkan tindakan mereka sebagai reaksi atas serangan dengan prinsip ‘membuat mereka menanggung akibatnya’, maka saat ini metodenya telah berubah total. Ini adalah operasi yang direncanakan sebelumnya dengan tujuan untuk melakukan pengusiran.”
Sumber tersebut mengonfirmasi bahwa para pemukim mendapatkan dukungan politik, seraya menambahkan bahwa “terdapat anggota Knesset dan para menteri yang datang mengunjungi mereka di wilayah-wilayah ilegal tersebut serta memberikan dukungan penuh kepada mereka.” (alraiah.net, 21/10/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat