Pangkalan Militer Barat dan Perannya di Negeri Kita
Siaran pers yang dikeluarkan oleh Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir menyatakan bahwa “Jalannya perang yang dilancarkan oleh Amerika dan entitas Yahudi terhadap Iran telah membuktikan bahwa pangkalan militer kolonial Amerika, Inggris, Prancis, dan Barat lainnya, serta apa yang disebut sistem peringatan dini dan pengawasan yang ditempatkan di wilayah tersebut, tidak memberikan apa pun selain kesengsaraan dan kehancuran bagi negeri-negeri kaum Muslim. Sehingga keberadaannya hanya membuat kaum Muslim menderita kerugian, bahkan, pangkalan-pangkalan ini seringkali menjadi pemicu perang yang dipaksakan kepada mereka, akibatnya negara-negara mereka ini menjadi rentan terhadap serangan dan agresi. Pangkalan-pangkalan ini, yang selama ini diklaim oleh para antek didirikan untuk melindungi negara dan meningkatkan keamanannya, telah terbukti palsu oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi. Pangkalan-pangkalan ini hanya berfungsi untuk melindungi kepentingan musuh dan mencapai tujuan jahat mereka, sementara negara-negara beserta kemampuan militernya telah dibebani dengan tugas mempertahankan dan menjaga pangkalan-pangkalan tersebut!”
Siaran pers tersebut menambahkan bahwa Amerika dan negara-negara Barat lainnya, seperti Inggris dan Prancis, mereka mempertahankan pangkalan-pangkalan ini di negeri-negeri kaum Muslim untuk digunakannya menyerang siapa pun yang mereka inginkan dan untuk memicu konflik di mana pun mereka inginkan guna mencapai ambisi kolonial mereka dan tujuan ekspansionis protege mereka, yaitu entitas Yahudi, serta untuk menundukkan negeri-negeri Islam, khususnya Timur Tengah, demi tujuan serakah mereka. Mereka tidak menyembunyikan hal ini, bahkan secara terbuka mereka menyatakannya. Misalnya, duta besar Amerika untuk entitas Yahudi, Mike Huckabee, menyatakan bahwa “(Israel) memiliki hak berdasarkan Alkitab atas tanah yang membentang di sebagian besar Timur Tengah, yang akan membentuk “(Israel) Raya” dari sungai Nil hingga sungai Efrat.” Dan Menteri Pertahanan mereka, Pete Hegseth, tidak menyembunyikan kebenciannya yang membara terhadap Islam ketika dia berkata, “Rezim gila seperti Iran, yang sangat terobsesi dengan khayalan Islamis kenabian, tidak boleh memiliki senjata nuklir.”
Siaran pers tersebut melanjutkan, “Amerika, yang mengoperasikan jaringan luas situs-situs militer di setidaknya 18 lokasi di kawasan, Inggris, yang memiliki 23 pangkalan, serta Prancis, yang mempertahankan beberapa pangkalan dan pusat operasi, juga negara-negara kolonial lainnya, telah melanggar negeri-negeri kaum Muslim dengan dalih perjanjian keamanan, aliansi, dan kepentingan bersama, sehingga negeri-negeri kaum Muslim menjadi panggung bagi operasi militer berdosa mereka, yang mereka gunakan untuk menyerang kita, dan mereka menjadikan pangkalan serta pusat-pusat tersebut sebagai titik awal untuk operasi udara dan laut serta pengumpulan informasi intelijen guna melindungi kepentingan kolonial mereka dan entitas Yahudi.”
Mengenai tentara kaum Muslim, siaran pers tersebut menyatakan, “Oleh karena itu, adalah kewajiban bagi tentara umat Islam, sebagai pihak yang dipercayakan untuk melindungi tnegeri-negeri kaum Muslim, untuk segera mengusir pangkalan-pangkalan ini dari negeri-negeri kita. Keberadaannya akibat dari pengkhianatan yang dilakukan terhadap kita oleh para penguasa kita, bahkan dalam bentuknya yang paling sederhana, itu merupakan kerja sama dengan musuh yang kesetiaan atau bantuannya telah diharamkan oleh Allah. Rasulullah saw bersabda:
«فَإِنَّا لَا نَسْتَعِينُ بِالْمُشْرِكِينَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ»
“Kami tidak meminta bantuan kaum musyrik untuk melawan kaum musyrik.” (HR. Thabrani).
Selain itu, mereka telah memberi orang-orang kafir sarana untuk mencelakai kami, di mana hal ini juga merupakan sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
﴿وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً﴾
“Dan Allah tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang yang beriman.” (TQS. An-Nisa’ [4] : 141).
Siaran pers tersebut diakhiri dengan menyeru kepada tentara di negeri-negeri Islam bahwa fakta-fakta telah menjadi jelas bagi semua orang memiliki mata. Sehingga tidak ada alasan bagi orang-orang yang tulus di tentara umat Islam untuk bergerak membebaskan umat Islam dari pengaruh kolonialisme dan antek-anteknya, lalu mendirikan Khilafah Rasyidah kedua ‘ala minhājin nubuwah, agar Islam dan kaum Muslim dapat memperoleh kembali kejayaannya. Allah SWT berfirman:
﴿هَٰذَا بَلَاغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُوا بِهِ﴾
“(Al-Qur’an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia agar mereka diberi peringatan dengannya.” (TQS. Ibrahim [14] : 52).
Sumber: alraiah.net, 25/3/2026.
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat