Kebohongan Bahwa Entitas Yahudi Mengendalikan Kebijakan AS

 Kebohongan Bahwa Entitas Yahudi Mengendalikan Kebijakan AS

CNN Arabic (16/6) melaporkan komentar Perdana Menteri entitas Yahudi Netanyahu tentang nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran, di mana ia mengatakan: “Presiden Trump dan saya tidak selalu sepakat. Dia adalah Presiden Amerika Serikat, dan saya adalah Perdana Menteri (Israel). Saya bertanggung jawab atas kepentingan keamanan (Israel), dan ini harus dilakukan dengan bijaksana.”

Sebuah kebohongan telah menyebar luas di kalangan kaum Muslim bahwa entitas Yahudi mengendalikan dan mengarahkan kebijakan Amerika Serikat. Bahkan Amerika Serikatdan para penguasa Muslim sangat berambisi mempromosikan kebohongan ini, untuk menyesatkan kaum Muslim agar percaya bahwa entitas Yahudi adalah kekuatan yang tak terkalahkan.

Namun, bukti yang mengungkap kebohongan ini terus bertambah, meskipun pernyataan Trump baru-baru ini saja sudah cukup, seperti: “Jika bukan karena saya, saya akan menghapus (Israel) dari muka bumi, dan Netanyahu sekarang harus bertindak lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon,” dan “Saya memiliki hubungan baik dengan Netanyahu, tetapi saya tidak menyukai pemboman gedung-gedung di Lebanon yang tidak dihuni oleh anggota Hizbullah.” Pernyataan-pernyataan ini dengan jelas mengungkapkan bahwa keputusan Amerika Serikat tidak bergantung pada kehendak entitas Yahudi; sebaliknya, Amerika Serikat memiliki hak veto.

Oleh karena itu pentingnya membedakan kepala ular dan ekornya menjadi jelas, karena tidak ada gunanya memukul ekor tanpa kepala. Umat Islam telah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Amerika Serikat dan entitas Yahudi tidaklah semegah yang digambarkan. Afghanistan, Irak, Operasi Banjir Al-Aqsa, dan Iran adalah contoh nyata dari hal ini.

Oleh karena itu, tentara umat ini harus mempercepat langkah dan memanfaatkan kesempatan bersejarah ini, lalu bekerja sama secara serius dengan Hizbut Tahrir untuk mendirikan Khilafah Rasyidah Kedua ‘ala minhājin nubuwah (alraiah.net, 24/6/2026).

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *