Ichsanuddin Noorsy: Serangan ke Iran Cara Trump Jaga Hegemoni AS
MediaUmat – Serangan besar-besaran AS dan Israel terhadap Iran yang menargetkan tokoh-tokoh kunci dinilai sebagai langkah strategis Donald Trump untuk mencegah kemerosotan hegemoni global Amerika Serikat.
“Alasan utamanya, mencegah dampak negatif keruntuhan hegemoninya,” ujar Pengamat Ekonomi Politik Ichsanuddin Noorsy kepada media-umat.com, Ahad (1/3/2026) dalam menyikapi eskalasi di Timur Tengah.
Menurutnya, tindakan militer ini merupakan instrumen untuk memaksakan dominasi dolar AS di tengah memudarnya kepercayaan global.
Ia menyebut, kondisi ini sebagai bagian dari perang hibrida struktural untuk menguasai sumber daya strategis.
“Sejak kekalahan industri manufaktur Amerika melawan Cina pada 2008, perang hibrida akan terus berlangsung,” ulasnya. Di balik narasi perdamaian, agresi ini juga dinilai bertujuan mengganggu ketahanan energi rival utama mereka, yaitu Cina, melalui kontrol di Selat Hormuz.
Dampak bagi Indonesia
Eskalasi ini diprediksi akan memperparah tekanan ekonomi domestik Indonesia. Noorsy memperingatkan potensi lonjakan harga minyak hingga 100 dolar AS per barel yang akan memicu inflasi impor (imported inflation) dan memperlemah nilai tukar rupiah.
Situasi ini semakin pelik mengingat defisit APBN 2025 yang mencapai 2,92 persen terhadap PDB serta menurunnya daya beli kelas menengah.
“Meningkatkan penerimaan pajak nyaris sulit dilakukan karena jatuhnya kelas menengah sebanyak 9,48 juta orang dan perilaku perbankan yang masih wait and see,” ungkapnya.
Sebagai solusi atas kerentanan ekonomi nasional, ia menekankan pentingnya penguatan kedaulatan ekonomi domestik sebagaimana prinsip pemikiran Ekonom Soemitro Djojohadikusumo—terutama dalam mengendalikan sektor industri vital dan sumber daya strategis—daripada terjebak dalam pusaran konflik hegemoni global.
“Indonesia adalah negara rentan kedaulatan. Perlu berkaca apakah kondisi global ini makin memperdalam tekanan struktural atau kita mampu menegakkan kedaulatan konstitusi,” pungkasnya.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat