FIWS: Pengiriman TNI ke Gaza Harus Didasari Ketakwaan
MediaUmat – Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi menekankan rencana pengiriman Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Gaza, Palestina, harus didasari ketaatan kepada Allah SWT, bukan tunduk pada agenda Ketua Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Donald Trump.
“Tentara-tentara yang dikirim ke sana seharusnya dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT, bukan dalam rangka ketertundukan kepada Donald Trump,” ujarnya kepada media-umat.com, Sabtu (14/2/2026).
Dengan kata lain, sambungnya, keterlibatan TNI dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) harus ditempatkan sebagai komitmen nyata untuk membela Palestina dengan mencegah agresi Israel dan menghentikan pelanggaran gencatan senjata, misalnya, bukan sekadar pelaksana mandat politik pihak luar.
Dalam hal ini, kata Farid lebih lanjut, para tentara Muslim wajib memerangi entitas penjajah Yahudi sebagaimana perintah Allah SWT dalam QS al-Baqarah: 190, yang artinya: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu.”
Apalagi menurutnya, dikarenakan kedudukan Al-Aqsha seperti dijelaskan dalam kitab Hadits Arba’in Maqdisiyyah, merupakan harta wakaf milik seluruh umat Islam yang harus dijaga, membebaskannya pun akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT.
“Siapa pun tentara yang membebaskan tanah Palestina akan mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT, akan mendapatkan jannah, akan mendapatkan surga,” tegas Farid.
Sebaliknya, kecenderungan umat kepada kezaliman walau sedikit saja, balasannya adalah neraka. “Menurut para ulama, walaupun sedikit saja hati kita mendukung kepada kezaliman itu, Maka balasannya adalah neraka,” kata Farid, menyinggung kezaliman yang kerap dilakukan tentara Israel secara membabi buta dengan tidak menghormati hak-hak dan fasilitas sipil Palestina.
Karena itu Islam melarang umatnya membiarkan orang kafir menguasai negeri Muslim. “Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman,” kata Farid, mengutip QS an-Nisa: 141.
Sekadar ditambahkan, tugas utama pasukan ISF adalah memberikan dukungan kepada kepolisian Palestina yang telah diverifikasi, mengamankan wilayah perbatasan bersama Mesir dan Israel, serta membantu proses pelucutan senjata (demiliterisasi) kelompok bersenjata di Gaza.
Demikian pengiriman tentara dari negeri-negeri Muslim ke Gaza semestinya dalam rangka membebaskan tanah Palestina dari penjajahan, bukan malah turut memfasilitasi pendudukan terhadap warga Gaza.
Pesan Hamas Sangat Jelas
“Ini sesungguhnya merupakan pesan yang sangat jelas tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh tentara-tentara Indonesia yang dikirim ke sana,” singgungnya terhadap pesan Hamas tentang rencana penerjunan TNI sebagai bagian International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Dilansir republika.co.id (12/2), usai mengeklaim telah menghubungi pemerintah Indonesia terkait rencana penerjunan TNI ke Gaza, Pemimpin Hamas Osama Hamdan mewanti-wanti agar pasukan RI tidak melucuti senjata pejuang Palestina.
Meski sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait hal itu, di saat yang sama TNI dan Kemenlu RI menegaskan, pasukan Indonesia tidak akan berhadapan atau melucuti senjata pejuang Palestina.
Namun begitu, kembali Farid mengingatkan, BoP bentukan AS hanyalah alat imperialisme untuk meredam perlawanan Palestina, sementara narasi perdamaiannya cuma kedok untuk menghentikan perlawanan terhadap penjajahan Zionis.
“Board of Peace itu tidak lain adalah instrumen baru penjajahan yang digunakan oleh Donald Trump untuk memadamkan perlawanan umat Islam,” pungkasnya.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat