Vietnam Menawarkan Insentif untuk Meningkatkan Angka Kelahiran
Satu tahun setelah menghapus kebijakan dua anak yang telah lama berlaku, Vietnam memperkenalkan insentif baru untuk mendorong keluarga memiliki lebih banyak anak sebagai respons terhadap penurunan angka kelahiran dan penuaan populasi yang cepat. Undang-undang kependudukan baru memperpanjang cuti melahirkan dari enam menjadi tujuh bulan bagi ibu yang memiliki anak kedua, menyediakan pemeriksaan kesehatan pranatal dan bayi baru lahir gratis, dan menawarkan bonus keuangan satu kali untuk keluarga yang memenuhi syarat.
Kebijakan ini menandai pergeseran signifikan dari pengendalian populasi ke pembangunan populasi karena Vietnam berupaya mencegah kekurangan tenaga kerja di masa depan dan mengurangi tekanan pada sistem kesejahteraan sosialnya. Menurut Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, United Nations Population Fund (UNFPA), negara ini sedang beralih dari membatasi kelahiran ke mendorong pertumbuhan demografis yang berkelanjutan.
Namun demikian, masih banyak pasangan yang tetap tidak yakin, akibat meningkatnya biaya hidup, keterbatasan perumahan, dan tingginya biaya membesarkan anak yang melebihi insentif keuangan pemerintah. Bagi banyak keluarga muda, manfaat yang sederhana tersebut tidak cukup untuk memengaruhi keputusan mereka untuk memiliki anak kedua, yang menyoroti tantangan ekonomi yang lebih luas di balik penurunan angka kelahiran di Vietnam (hizb-ut-tahrir.info, 6/7/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat