UIY: Skandal Epstein, Momentum Umat Gencarkan Dakwah
MediaUmat – Skandal seksual Jeffrey Epstein berikut keterlibatan para elite global yang secara tak langsung menguak pula bobroknya kapitalisme, dinilai harus menjadi momentum para pengemban dakwah untuk lebih gencar menanamkan optimisme kepada umat akan masa depan dunia di bawah naungan Islam.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk menanamkan keyakinan bahwa masa depan dunia hanya ada di bawah naungan Islam,” ujar Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) dalam Fokus: Skandal Epstein Mengguncang Elite Dunia, Ahad (8/2/2026) di kanal YouTube UIY Official.
Dengan kata lain, sambungnya, para pengemban dakwah harus menjadikannya sebagai kesempatan untuk makin menggencarkan dakwah Islam kaffah sebagai alternatif sistemik.
Sekadar ditambahkan, alternatif sistemik di sini berarti upaya menyerukan dan menerapkan ajaran Islam secara utuh, menyeluruh (komprehensif), dan terintegrasi (tidak sepotong-sepotong) sebagai solusi atau jalan keluar atas berbagai permasalahan kehidupan manusia, yang sekaligus menggantikan sistem-sistem yang dianggap tidak membawa kemaslahatan seperti kapitalisme berikut turunannya, sekularisme/liberalisme.
Pun kebobrokan sistem yang bertubi-tubi mulai dari ketidakstabilan ekonomi dunia, krisis kemanusiaan di Gaza, hingga degradasi moral sebagaimana skandal Epstein, menurut UIY, makin menegaskan dunia saat ini sedang menunggu dan membutuhkan solusi Islam.
Karenanya, kembali UIY berharap, para pengemban dakwah harus mampu mengemas pesan ini agar mudah dipahami umat, serta menumbuhkan optimisme bahwa masa depan dunia ada di tangan Islam.
Kapitalisme Ambruk, Saatnya Dinar-Dirham
Di saat yang sama, UIY mengungkapkan kebobrokan ekonomi kapitalisme tampak jelas seiring dengan makin hilangnya kepercayaan publik terhadap uang kertas (fiat money), yang memicu fenomena orang lari ke emas untuk melindungi kekayaan riil.
“Mereka melihat bahwa emas inilah yang akan melindungi atau menyimpan kekayaan mereka secara riil,” sebut UIY.
Maka, situasi ini juga seharusnya memudahkan para pengemban dakwah untuk menjelaskan kepada umat terkait keunggulan sistem ekonomi Islam berikut mata uang dinar dan dirham yang jauh lebih aman dibandingkan uang kertas yang nilainya terus menurun.
“Dalam situasi kayak gini, menjelaskan dinar dan dirham itu jadi terasa lebih mudah; (agar) orang ngerti kenapa kok uang kertas itu sekarang terus turun nilai tukarnya atau purchasing power-nya; kenapa kemudian emas itu terus naik,” ujar UIY dalam pesannya, menegaskan bahwa dakwah ekonomi Islam juga semakin relevan.
Untuk itu sekali lagi ia berharap para pengemban dakwah untuk tidak pesimis, melainkan semakin optimis dan serius berdakwah. Sebab, kegagalan atau ambruknya kapitalisme tidak otomatis membuat Islam menang tanpa diperjuangkan.
“Tidak ada alasan bagi kita itu untuk bersikap pesimis; harus lebih optimis; dan tak boleh juga kita tidak sungguh-sungguh,” tandasnya.
Demikian seperti halnya sunnatullah, Islam akan menang kalau diperjuangkan. “Islam itu baru akan menang kalau diperjuangkan dan begitulah sunnatullah,” pungkasnya.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat