UIY: Siapa Saja yang Mencintai Nabi, Maka Bersamanya di Surga

MediaUmat – Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menegaskan bahwa siapa yang mencintai Rasulullah SAW maka kelak di akhirat akan bersamanya di surga Allah.

Anta ma’a man ahbabta. Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai. Di mana posisi Nabi nanti di akhirat? Pasti di surganya Allah. Itu artinya Nabi ingin mengatakan siapa saja yang mencintai Nabi maka dia juga akan bersamanya di surganya Allah,” tegas UIY dalam siniar Hakikat Maulid Nabi yang ditayangkan kanal YouTube UIY Official, Senin (1/9/2026).

Penegasan UIY tersebut berangkat dari hadis riwayat Muslim tentang seorang Arab yang datang kepada Nabi SAW untuk menanyakan kapan Hari Kiamat akan tiba. Melalui hadis itu, UIY mengarahkan perhatian pada perkara yang lebih penting, yakni persiapan manusia menghadapi Hari Kiamat.

“Suatu hari dikabarkan bahwa ada seorang Arab yang datang kepada Nabi bertanya kepada Nabi tentang mata as-sa’ah, kapan Hari Kiamat itu akan tiba,” papar UIY.

Dalam pemaparan UIY, Nabi SAW tidak langsung menjawab pertanyaan tentang waktu Kiamat. Rasulullah SAW justru mengembalikan pertanyaan itu kepada kesiapan orang tersebut menghadapi hari yang pasti datang.

“Nabi justru balik bertanya kepada orang ini, ma a’dadta laha, apa yang telah engkau persiapkan untuk menyongsong Hari Kiamat itu?” jelas UIY.

Dari penjelasan UIY, jawaban orang tersebut menempatkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya sebagai bekal menghadapi kehidupan akhirat. Itulah yang kemudian menjadi titik penting dalam dialog antara orang tersebut dan Rasulullah SAW

“Yang sudah dipersiapkan untuk menyongsong Hari Kiamat adalah hubballah wa Rasulih, mencintai Allah dan Rasul-Nya,” ungkap UIY.

Menurut UIY, jawaban itu kemudian mendapat penegasan langsung dari Rasulullah SAW melalui sabda “Anta ma’a man ahbabta”, bahwa seseorang akan bersama dengan pihak yang dicintainya.

“Mendengar itu, Nabi kemudian mengatakan, ‘Anta ma’a man ahbabta.’ Ini penting, kalimat terakhir ini, bahwa engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai,” terang UIY.

UIY selanjutnya menjelaskan kedudukan Rasulullah SAW sebagai kunci untuk memahami makna sabda tersebut dalam konteks kecintaan kepada Nabi.

“Di mana posisi Nabi nanti di akhirat? Pasti di surganya Allah,” ujar UIY.

Dari kedudukan Nabi SAW itulah UIY menarik penegasan bahwa orang yang mencintai Rasulullah SAW akan bersama beliau di surga Allah.

“Itu artinya Nabi ingin mengatakan siapa saja yang mencintai Nabi maka dia juga akan bersamanya di surganya Allah,” tandas UIY.

Dalam konteks Maulid Nabi, UIY menempatkan peningkatan cinta kepada Rasulullah SAW sebagai substansi utama peringatan tersebut. Bagi UIY, momentum kelahiran Nabi seharusnya semakin membuncahkan kecintaan kaum Muslim kepada beliau.

“Hakikat mendalam dari Maulid Nabi itu mestinya makin membuncah cinta kita kepada Nabi. Itu akarnya,” tegas UIY.

“Tidak ada substansi penting dari Maulid Nabi itu tak lain adalah bagaimana meningkatkan cinta kita kepada Nabi itu,” simpul UIY.[] Zainard

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: