UIY: Dunia Hari Ini Sangat Perlu Panduan Risalah Nabi

MediaUmat – Di tengah situasi dunia yang serba tidak pasti dan penuh gejolak, kehadiran serta panduan risalah Nabi Muhammad SAW dinilai Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) menjadi solusi tunggal yang paling mendasar bagi perubahan masyarakat global dan dunia Islam.

“Saya mengatakan justru dunia ini hari, itu sangat memerlukan kehadiran Nabi, (dalam hal ini) memerlukan panduan dari Nabi,” ujarnya dalam diskusi Maulid: Cinta Nabi Era Kini, Ahad (30/8/2026) di kanal YouTube Tabloid Media Umat.

Pernyataan tersebut disampaikan UIY saat merespons pertanyaan mengenai relevansi peringatan Maulid Nabi dengan realitas kekinian.

Menurutnya, kondisi dunia saat ini sedang berada dalam cengkeraman fenomena VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity) sebagaimana dirumuskan Warren Bennis dan Burt Nanus, serta BANI (brittle, anxious, nonlinear, incomprehensible) cetusan futuris Jamais Cascio, yang memicu ketidakpastian, kerapuhan sosial, hingga kecemasan massal.

Dalam kondisi yang serba membingungkan tersebut, panduan hidup yang pasti dan bersumber dari wahyu Allah SWT menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Tegasnya, bentuk kecintaan sejati kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup sekadar kekaguman, melainkan harus diwujudkan melalui ittiba’—yakni mengikuti ajaran Nabi secara menyeluruh (haqqul ittiba’), baik dalam cara berpikir maupun perilaku.

Menghadapi Monsterisasi Islam

Selain ketidakpastian global, umat Islam saat ini juga dihadapkan pada upaya monsterisasi dan stigmatisasi ajaran Islam. UIY menjelaskan, fenomena monsterisasi tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yakni kesengajaan pihak-pihak yang tidak menginginkan Islam bangkit serta ketidaktahuan masyarakat luar.

“Monsterisasi itu dipicu oleh dua faktor. Pertama karena kesengajaan, yang kedua karena ketidaktahuan. Dua-dua ini ada,” tegas UIY.

Ia menambahkan, proyek pendiskreditan ajaran dan figur Nabi sengaja diembuskan untuk menghalangi umat manusia memahami Islam secara objektif. Kendati demikian, gelombang konversi ke dalam Islam di berbagai negara Barat justru terus meningkat pesat, seiring semakin banyaknya masyarakat terdidik yang menemukan jawaban hidup hakiki di dalam risalah Islam.

Dua Tugas Utama Pengemban Dakwah

Menutup pemaparannya, UIY menekankan pentingnya kepercayaan diri umat Islam dalam meyakinkan dunia bahwa Islam adalah jawaban atas segala problematika modern. Ia menyebut ada dua tugas sentral yang harus dijalankan oleh para pengemban dakwah saat ini.

“Tugas kita boleh diringkas itu menjadi dua. Yang pertama itu membacakan dan yang kedua menunjukkan,” paparnya.

UIY menguraikan, tugas membacakan berarti memetakan dan menyadarkan masyarakat atas kerusakan dunia akibat penerapan kapitalisme-liberalisme. Sementara tugas menunjukkan adalah menyajikan Islam secara jelas sebagai satu-satunya alternatif kehidupan yang sahih.

“Semakin jelas kita menunjukkan dengan argumen yang menggugah akal, menggetarkan jiwa, menyentuh perasaan, maka itu akan semakin mudah orang mengikuti apa yang harusnya diikuti yaitu risalah yang haq,” pungkasnya.[] Zainul Krian

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: