Trump: NATO Tidak Ada Saat Kita Membutuhkannya, Ingat Greenland
Setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump menyatakan di platform Truth Social miliknya: “NATO tidak ada saat kita membutuhkannya, dan mereka tidak akan ada jika kita membutuhkannya lagi. Ingat Greenland, pulau besar dengan bongkahan es yang dikelola dengan buruk itu!” Ini adalah ancaman terselubung: “Berikan Greenland kepada saya agar kami dapat merasa puas dengan kalian orang Eropa karena telah meninggalkan kami dalam agresi kami terhadap Iran.” Trump menuntut kendali atas pulau itu, baik dengan kekerasan atau dengan pembelian.
Tampaknya orang Eropa berharap dia kalah di tangan Iran karena, seandainya dia menang, dia akan mengalihkan perhatiannya ke Greenland dan memaksa mereka untuk menjualnya ke Amerika. Setelah berhasil menculik Presiden Venezuela Maduro, dan wakil presidennya beserta para sekutunya menyerah pada tuntutan Trump dan dominasi Amerika atas Venezuela, dia kemudian mengalihkan perhatiannya ke Iran untuk menundukkannya, tetapi dia gagal.
Kebetulan, seorang orientalis Jerman menyatakan bahwa “kekalahan Kekaisaran Romawi di Pertempuran Yarmuk mendorong bangsa-bangsa Eropa untuk memberontak melawan Roma dan menggulingkannya. Terima kasih, orang Arab (Muslim).” Mantan wakil ketua Partai Nasional Jerman berkata, “Jika Anda mendirikan Khilafah, maka kita akan dibebaskan dari Amerika dan dari orang Yahudi.”
Amerika telah menderita kekalahan di tangan umat Islam dalam beberapa pertempuran di Somalia, Irak, Afghanistan, dan yang terbaru, Iran. Tetapi Amerika belum sepenuhnya dikalahkan dan dipaksa mundur menyeberangi Samudra Atlantik. Amir Hizbut Tahrir, Al-Ālim Al-Jalīl Atha’ bin Khalil Abu Rasytah, menyebutkan dalam Jawāb Soāl yang dikeluarkan pada 4/4/2026 berjudul “Perang Melawan Iran”: “Memang benar bahwa Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika di Teluk, dan memang benar bahwa mereka telah melancarkan serangan serupa terhadap entitas Yahudi, juga benar bahwa serangan-serangan ini memiliki kekuatan tertentu, tetapi para penguasa Iran tidak dapat mengalahkan Amerika dan membalikkannya kecuali Khilafah berdiri, yang akan menolong agama Allah dan melaksanakan hukum-hukum-Nya, sehingga Khilafah akan meraih kemenangan dengan izin Allah, menerangi dunia dengan keadilan dan jihadnya, dan Allah akan memuliakan Khilafah dengan kemenangan dari-Nya.” (hizb-ut-tahrir.info, 9/4/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat