Pada 13 Mei 2026, situs web “Voice of Emirates” dan media berita lainnya melaporkan tentang pembicaraan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Suriah mengenai apa yang disebut
Tags :Suriah
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengumumkan pada hari Ahad (19/4) bahwa mereka telah menggagalkan rencana sabotase oleh sebuah sel yang berafiliasi dengan Hizbullah yang bermaksud meluncurkan rudal
Bukan rahasia lagi bagi para pengamat dan mereka yang terlibat dalam politik bahwa Suriah, sejak awal era almaqbūr (yang dikubur) Hafez Al-Assad, telah menjadi
Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan pada 20 Januari 2026: “Tujuan awal dibentuknya Pasukan Demokratik Suriah, Syrian Democratic Forces (SDF) sebagai kekuatan utama untuk memerangi Organisasi
Kantor kepresidenan Suriah mengumumkan bahwa Presiden Ahmad al-Syara’ menerima Utusan Khusus AS untuk Suriah, Thomas Barrack, pada hari Ahad (18/1) di Istana Rakyat di Damaskus, didampingi
Pembicaraan tentang pencabutan atau penangguhan sanksi terhadap Suriah bukanlah karena tidak bersalah atau kemanusiaan, seperti yang dinarasikan di media. Melainkan itu semua dilakukan dengan disertai
Perundingan antara rezim Suriah dan entitas Yahudi, yang diadakan di bawah naungan Amerika Serikat, berakhir pada 6 Januari 2026 di ibu kota Prancis, Paris. Sebuah pernyataan bersama
Sisa-Sisa Rezim Keluarga Asad yang Tumbang Menyerang Rezim Baru yang Toleran Terhadap Mereka dan Keras Terhadap Orang-Orang Beriman Pada 30 Desember 2025, Syrian Arab News Agency (SANA),
Pada hari Jumat, 19 Desember 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional, secara resmi mencabut sanksi Undang-Undang Caesar terhadap Suriah. Amerika Serikat memberlakukan Undang-Undang
Pengunggahan peta negara tanpa Dataran Tinggi Golan oleh Kementerian Luar Negeri Suriah di platform X memicu kontroversi. Para blogger menuduh pemerintah Damaskus menyerahkan Dataran Tinggi