Serangan Houthi ke Saudi Bertujuan Menekan Riyadh

MediaUmat – Pengamat Hubungan Internasional dari Geopolitical Institute Hasbi Aswar, Ph.D. menilai serangan kelompok Houthi terhadap target-target strategis Arab Saudi, seperti bandara dan fasilitas minyak, bertujuan menekan Riyadh agar menghentikan serangan terhadap Houthi serta dukungannya kepada pemerintah Yaman.

“Tujuannya adalah agar serangan-serangan itu bisa berdampak besar terhadap perekonomian Saudi, termasuk dalam konteks perdagangan, investasi, kemudian juga wisatawan dan seterusnya. Saudi bisa terdesak dan menghentikan serangan-serangan kepada Houthi, termasuk menghentikan dukungan kepada pemerintah Yaman,” ungkapnya kepada media-umat.com, Kamis (15/10/2026).

Tekanan tersebut diharapkan berdampak pada perekonomian Saudi, termasuk sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata. Ia menjelaskan, konflik tersebut berkaitan erat dengan upaya Houthi mempertahankan wilayah kekuasaannya di Yaman. Dukungan Arab Saudi kepada pemerintah Yaman dinilai Houthi sebagai ancaman yang dapat menyebabkan mereka kehilangan wilayah yang dikuasai.

“Sekarang ini sedang terjadi perang antara pemerintah Yaman dengan Houthi. Houthi tidak ingin Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman dan kemudian membuat Houthi kehilangan wilayah kekuasaan di Yaman,” tuturnya.

Merugikan Sesama Muslim
Hasbi menegaskan, konflik antara Houthi dan Arab Saudi pada akhirnya hanya merugikan sesama kaum Muslim. Energi dan kekuatan negara-negara Muslim semestinya tidak dihabiskan untuk saling berperang, terlebih ketika persoalan Palestina masih membutuhkan pembelaan nyata dari dunia Islam.

“Yang jelas, perang ini pada akhirnya hanyalah merugikan sesama kaum Muslimin. Kita melihat sesama Muslim kok akhirnya berperang. Apalagi Saudi selama ini tidak mendukung saudara-saudara kita di Palestina secara langsung melalui kontribusi militer dan seterusnya,” ungkapnya.

Ia berpandangan, Arab Saudi memiliki kekuatan untuk mengambil peran lebih besar dalam membela Palestina. Karena itu, daripada terlibat dalam konflik berkepanjangan dengan sesama Muslim, Houthi dan Saudi semestinya dapat bekerja sama menghadapi Israel dan membantu perjuangan rakyat Palestina.

“Padahal Saudi punya kekuatan untuk melakukan pembelaan terhadap Palestina. Harusnya Houthi dan Saudi itu bekerja sama untuk melakukan serangan kepada Israel dan membantu Palestina. Lagi-lagi, ini sebenarnya masalah kepentingan nasional,” tegasnya.

Selesaikan Secara Bijaksana

Hasbi menambahkan, para pemimpin negara Muslim perlu mengedepankan penyelesaian konflik internal secara bijaksana dan menghindari nasionalisme sempit yang menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan umat Islam secara keseluruhan.

“Negara-negara Muslim atau pemimpin-pemimpin kaum Muslim itu ketika ada persoalan dengan sesama Muslim harusnya diselesaikan dengan baik dan bijak, lalu fokus kompak untuk menyerang musuh-musuh kaum Muslim yang sebenarnya,” katanya.

Ia menekankan, persoalan internal umat Islam harus diselesaikan dengan cara-cara damai dan tidak dibiarkan mengalihkan perhatian dari persoalan yang lebih mendesak, terutama Palestina dan berbagai persoalan lain yang dihadapi umat Islam.

“Persoalan internal kaum Muslim ini dihentikan baik-baik dengan cara yang baik-baik, hindari semangat nasionalisme yang sempit, dan fokus menyelesaikan persoalan-persoalan kaum Muslim yang lebih nyata, seperti masalah Palestina dan masalah-masalah yang lain,” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: