Rezim Gunakan Negara untuk Menindas Rakyat?

MediaUmat – Mengomentari tuntutan “hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri” yang disuarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Front Mahasiswa Nasional (FNM) dalam aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Cendekiawan Muslim Ustadz Muhammad Ismail Yusanto (UIY) melihat bahwa tuntutan tersebut artinya rezim saat ini telah menggunakan negara untuk melakukan penindasan terhadap rakyat.

“Artinya rezim menggunakan negara untuk melakukan penindasan terhadap rakyat,” ujarnya dalam video short YouTube yang diterima media-umat.com, Senin (24/8/2026).

UIY membeberkan, situasi ini dilihat mahasiswa sebagai penjajahan negara bukan penjajahan oleh rezim, karena kalau penjajahan rezim, ketika ganti rezim, maka berhentilah penjajahan itu.

Namun, sebut UIY, mahasiswa merasakan bagaimana sepanjang Orde Baru dahulu, lalu Orde reformasi datang, harapannya ada perubahan, tapi kenyataannya tidak ada. Juga saat 10 tahun di masa rezim Jokowi itu berharap keadaan berubah, tapi ternyata juga tidak.

“Makanya kemudian kita bisa memahami kalau mahasiswa lantas berkesimpulan bahwa ini bukan rezim yang melakukan tapi negara,” tutur UIY.

UIY menilai, ada persoalan ideologis yang lebih sistemik dalam masalah ini. Sebab hal ini menyangkut bagaimana sebenarnya relasi yang terbaik antara negara dan rakyatnya.

“Nah, ketika negara itu begitu hegomonik dan dominatif terhadap rakyat sehingga rakyat tak punya ruang bernafas, di situlah kemudian dirasakan ada penjajahan oleh negara terhadap rakyatnya,” pungkas UIY.[] Agung Sumartono

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: