MediaUmat – Pengamat Hubungan Internasional Hasbi Aswar menilai seruan Presiden Prabowo mendukung Palestina, termasuk tiga kali meneriakkan “Free Palestine!”, harus diwujudkan dalam kebijakan pemerintah yang nyata.
“Kita mengapresiasi pekikan ‘Free Palestine’ dari presiden kita. Ini menandakan bahwa beliau sebagai presiden masih tetap mempertahankan kepedulian terhadap apa yang terjadi di Palestina. Meskipun demikian, ini harus ditunjukkan dengan langkah nyata,” ujarnya kepada media-umat.com, Ahad (20/9/2026).
Ia mencontohkan sejumlah langkah yang menurutnya dapat dilakukan pemerintah, antara lain membuat regulasi yang melarang berbagai bentuk interaksi antara warga Indonesia dan Israel.
“Termasuk larangan kunjungan-kunjungan warga Indonesia ke Israel. Larangan kerja sama dengan tokoh-tokoh dan LSM-LSM termasuk negara-negara yang mendukung Zionisme. Kalau pemerintah kita bersikap demikian, slogan Free Palestine itu betul-betul serius bukan sekedar lip service,” ungkap Hasbi.
Namun, lanjut Hasbi, kalau tidak diikuti tindakan nyata itu berarti hanya basa-basi politik saja.
“Saat ketemu dengannya perwakilan negara yang pro Zionis, misalnya Prancis tahun lalu, atau saat di sidang PBB, bahasa-bahasa yang terkesan menoleransi penjajahan Zionis akan terulang kembali,” tuturnya.
Dalam pernyataan lainnya, Hasbi juga menyoroti perlunya sikap yang lebih tegas dari negara-negara Muslim terhadap Israel dan negara-negara pendukungnya.
“Sikap tegas negara-negara Muslim terhadap Zionis dan para pendukungnya, itulah yang kita tunggu-tunggu. Kita punya banyak kekuatan untuk menghadapi mereka, baik secara SDM, sumber daya alam, termasuk kekuatan militer,” kata Hasbi.
Iran saja, menurutnya, sendirian bisa merepotkan AS bahkan memaksa AS untuk mau mengakomodasi kepentingan Iran.
“Bagaimana kalau lebih banyak lagi negeri Muslim yang terlibat? Pasti akan lebih dahsyat lagi dampak politiknya,” tandasnya.
Sebelumnya, Prabowo tiga kali menyerukan “Free Palestine!” saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Seruan itu disambut Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah AK al-Sattari, yang maju ke panggung, mengalungkan keffiyeh kepada Prabowo, lalu memeluknya.[] Achmad Mu’it