Pendudukan Mengubah Masjidil Aqsa Menjadi Barak Militer Setelah Para Pemukim Menyerbunya

 Pendudukan Mengubah Masjidil Aqsa Menjadi Barak Militer Setelah Para Pemukim Menyerbunya

Puluhan pemukim ekstremis menyerbu halaman kompleks Masjidil Aqsa di bawah pengawalan ketat militer dan pasukan keamanan khusus yang menemani para penyusup dan mencegah siapa pun mendekati mereka. Penyerbuan masjid oleh para pemukim dimulai pukul 6:30 pagi dari arah Gerbang Mughrabi dan berlangsung selama sekitar 5 jam. Penyerbuan lain terjadi pada hari yang sama setelah salat Zuhur, di mana para penyusup berkeliaran di halaman dan pekarangan Masjidil Aqsa tanpa sama sekali menghargai kehormatan dan kesuciannya sebagai masjid yang khusus untuk kaum Muslim.

Sumber-sumber khusus di dalam kompleks Masjidil Aqsa menjelaskan bahwa “puluhan pemukim menyerbu masjid secara berkelompok, berkeliling kompleks dan melakukan ritual serta doa Talmud, bersujud di tanah, dan menari.” Berbicara kepada Arabi21, sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa “pasukan pendudukan (Israel) yang bersenjata lengkap menemani para pemukim di dalam Al-Aqsa, mencegah para penjaga dan jamaah mendekati mereka, dan secara terang-terangan mengganggu pekerjaan para penjaga Al-Aqsa.”

Penyerbuan oleh gerombolan pemukim ke Masjidil Aqsa, salah satu tempat paling suci bagi kaum Muslim, terus berlanjut, dengan didukung oleh pasukan pendudukan, dan itu telah menjadi hal yang biasa, di mana semuanya terjadi hadapan para penguasa Muslim. Namun, selama para penguasa ini terus mengabaikan dan bersikap acuh tak acuh, maka penyerbuan oleh gerombolan pemukim akan terus berlanjut.

Kelalaian para penguasa tidak membebaskan dua miliar jiwa umat Islam dari kewajibannya untuk memenuhi kewajibannya terhadap tempat-tempat suci dan menolong saudara-saudaranya. Jika keyakinan sesat orang Yahudi yang memotivasi mereka untuk berusaha mendirikan kuil yang mereka klaim, apakah pantas bagi umat Islam yang pernah menaklukkan benua-benua di dunia dengan pesan peradaban langit yang abadi, untuk tunduk atau menghinakan agamanya dan menyia-nyiakan tanah serta keyakinannya di hadapan kelompok-kelompok Yahudi yang kekuatannya terpecah-pecah, bahkan semua orang yang berakal tahu bahwa mereka itu lemah, pengecut, dan hina?

Jadi, sudah saatnya bagi umat Islam dan pasukan Muslim untuk menyadari bahwa kesempatan hari ini lebih baik dari sebelumnya untuk menuliskan halaman kejayaan dalam catatan sejarah umat Islam yang agung. Hendaknya pasukan umat segera bergerak, melepaskan belenggu, dan menyatakan jihad untuk melenyapkan umat terlaknat, Yahudi dari muka bumi, dan membersihkan tanah suci dari keburukan mereka, serta untuk mewujudkan kabar gembira (busyra) dari Rasulullah SAW ketika beliau bersabda, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa “Kiamat tidak akan datang sebelum kaum Muslim memerangi kaum Yahudi …” (hizb-ut-ahrir.info, 15/6/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *