PBB Memperingatkan Ekonomi Gaza Memasuki Krisis Terburuk di Dunia

 PBB Memperingatkan Ekonomi Gaza Memasuki Krisis Terburuk di Dunia

Setelah sumber-sumber lokal di Gaza mengkonfirmasi bahwa otoritas pendudukan telah mencegah masuknya 65% pasokan makanan yang dibutuhkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa ekonomi Jalur Gaza telah memasuki apa yang digambarkan sebagai “krisis ekonomi terburuk di dunia”.

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan, United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) menyatakan bahwa operasi pendudukan militer sejak Oktober 2023 telah merusak atau menghancurkan 92% fasilitas ekonomi di Gaza, yang menyebabkan “hampir terhentinya aktivitas produktif di semua sektor”. “Produksi pertanian dan industri masing-masing turun sebesar 94% pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun 2022, sementara aktivitas konstruksi menurun sebesar 99% selama periode yang sama,” tambahnya.

Menurut UNCTAD, kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi di Gaza mencapai 71,5 miliar dolar pada awal tahun 2026 dan akan terus meningkat hingga gencatan senjata yang berkelanjutan tercapai di Jalur Gaza.

Lembaga dan organisasi internasional hanya menyatakan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan di Gaza. Meskipun mereka meneteskan air mata buaya atas penderitaan tersebut, pada kenyataannya mereka memberikan segala bentuk dukungan kepada entitas Yahudi. Semua ini karena sistem internasional dan lembaga-lembaganya adalah pihak yang menanamkan entitas Yahudi seperti belati beracun di jantung kaum Muslim. Oleh karena itu, kaum Muslim tidak boleh tertipu oleh air mata buaya yang ditumpahkan oleh lembaga-lembaga internasional.

Tidak ada seorang pun yang tidak menyadari bahwa tragedi kemanusiaan dan genosida telah terjadi di Gaza sejak 7 Oktober 2023; semua orang mengetahuinya. Inilah mengapa sistem internasional hanya mengangkat isu ini untuk menipu kaum Muslim, sementara pada kenyataannya mereka memberikan dukungan kepada orang Yahudi di balik layar, dan seringkali secara terbuka, tanpa sedikit pun kepura-puraan. Bukankah Amerika, yang mewakili sistem internasional, adalah pendukung utama orang Yahudi? Tanpa dukungan Amerika dan para penguasa Muslim, dapatkah orang Yahudi bertahan hidup di antara umat yang jumlahnya mencapai 300 juta jiwa? (hizb-ut-tahrir.info, 28/9/2026).

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *