Pasar adalah Ujian Akhlak Sebuah Bangsa
MediaUmat – Pengasuh Majelis Syakhshiyyah Islamiyyah Ustadz Ilman Silanas menegaskan, dalam perspektif Islam, pasar bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, melainkan ruang ujian akhlak bagi sebuah bangsa.
“Pasar bukan sekadar tempat jual beli. Pasar adalah ujian akhlak sebuah bangsa.,” ujarnya dalam kajian Kisah Khilafah #27: Ali bin Abi Thalib Turun ke Pasar, Mengawasi Ekonomi Umat, Sabtu (21/3/2024) di kanal YouTube Rayah TV.
Menurut Ilman, perkara ini telah dicontohkan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib yang menerapkan pengawasan langsung terhadap aktivitas ekonomi di Kufah. Kala itu, Ali tidak memantau pasar dari balik meja istana, melainkan terjun langsung mengenakan pakaian sederhana untuk memastikan keadilan bagi rakyat kecil.
Empat Pilar Ekonomi Ali bin Abi Thalib
Lebih lanjut, Ilman merangkum beberapa prinsip utama yang ditegakkan Ali saat mengawasi pasar.
Pertama, integritas takaran dan sumpah. Ali menekankan pentingnya kejujuran timbangan sebagai fondasi peradaban. Ali mengingatkan, bersumpah demi melariskan dagangan dapat menghapus keberkahan.
“Pasar ramai tapi kalau hilang keberkahan, yang tersisa hanya kerakusan,” sebut Ilman.
Kedua, larangan monopoli dan penimbunan. Pasar adalah milik umum yang setara bagi semua orang, mirip dengan aturan di mushala.
“Khalifah Ali bertindak tegas terhadap penimbun barang (ihtikar) yang dianggap sebagai kejahatan terhadap rakyat,” ungkap Ilman.
Ketiga, perlawanan terhadap gharar dan riba. Ali mengawasi kejelasan transaksi dan memberikan peringatan keras bahwa berdagang tanpa pemahaman agama akan menjerumuskan pelaku pada praktik rente.
Saat melihat seorang pedagang ikan, misalnya, Ali menegur, “Janganlah engkau menjual ikan yang masih berada di dalam air!” Hal ini dikarenakan praktik tersebut mengandung gharar—unsur ketidakjelasan yang membuka celah penipuan atau manipulasi informasi.
“Kita menyebutnya manipulasi informasi,” sebut Ilman, mengenai prinsip fundamental dalam ekonomi syariah yang sangat relevan hingga saat ini.
Keempat, perlindungan hak konsumen. Ali secara aktif membela hamba sahaya dan rakyat kecil dari perlakuan tidak adil para pedagang.
Membangun Budaya, Bukan Sekadar Teori
“Ali tidak sekadar membuat teori ekonomi, ia membangun budaya ekonomi. Ia tidak hanya mengatur harga, tapi mengatur hati,” lanjut Ilman. Langkah tegas Ali, seperti memerintahkan penjualan stok makanan yang ditimbun untuk menstabilkan harga, menunjukkan negara harus hadir mencegah pihak kuat menindas yang lemah.
Melalui refleksi mendalam mengenai kondisi ekonomi saat ini, Ilman mengajak umat bercermin pada keteladanan Khalifah Ali bin Abi Thalib dalam memandang pasar sebagai cermin martabat dan ketakwaan bangsa.
“Mungkin hari ini kita perlu bertanya, jika Ali berjalan di pasar kita, apa yang akan ia tegur pertama kali? Timbangan kita, sumpah kita, monopoli kita, atau hati kita?” pungkasnya.[] Zainul Krian
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat