Miliki Kepentingan Berbeda terkait Iran, AS dan Zionis Tegang
MediaUmat – Merespons hubungan antara Amerika Serikat dan Zionis Yahudi yang belakangan ini diwarnai ketegangan dan bahkan sampai Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance melayangkan teguran luar biasa kepada para menteri Zionis yang mengkritik kesepakatan terkait Iran, Pengamat Hubungan Internasional Hasbi Aswar, Ph.D. menyebut AS dan Zionis saat ini memiliki kepentingan yang bertolak belakang.
“Di sini AS dan Israel terlihat memiliki kepentingan yang bertolak belakang,” ujarnya kepada media-umat.com, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Hasbi, AS ingin agar Selat Hormuz bisa dibuka agar bisnis minyak global normal kembali. Ini menjadi prioritas AS. Sementara Israel memiliki prioritas agar Iran bisa dilemahkan dan kelompok proksinya di Lebanon bisa dihancurkan.
“Bagi AS, memperpanjang ketegangan di Timur Tengah akan sangat merugikan AS sendiri, sehingga Trump lebih memilih berdamai degan Iran,” bebernya.
Keberpihakan
Hasbi melihat, dalam konteks Perang Iran-AS ini, dunia Islam lebih cenderung berpihak pada AS daripada mendukung sesama saudara Muslim mereka di Iran dan Libanon.
Inilah, kata Hasbi, yang menjadi akar masalah berlarut-larut nya persoalan di Timur Tengah.
“Padahal seandainya kaum Muslimin bersatu, hal ini lebih dari cukup untuk menghentikan kekejaman AS dan menghancurkan keberadaan Israel di Timur Tengah,” pungkasnya.[] Agung Sumartono
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat