Menutupi Kegagalan dengan Kertas dan Tinta
Associated Press (AP) mengangkat berita berjudul, “AS dan Iran menandatangani kesepakatan awal untuk mengakhiri perang, melonggarkan sanksi, dan membuka selat sementara pembicaraan nuklir berlanjut” (apnews.com, 18/6/2026).
**** **** ****
Washington dan Teheran telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) awal yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan dan memulai periode negosiasi selama 60 hari menuju penyelesaian akhir terkait program nuklir Iran. Kesepakatan ini tercapai setelah berbulan-bulan ketegangan dan ancaman berulang Amerika Serikat untuk melakukan aksi militer. Terlepas dari peringatan bahwa serangan dapat berlanjut, Amerika Serikat tampaknya semakin fokus untuk mengakhiri konflik melalui diplomasi daripada kembali berperang. Kesediaan untuk menawarkan konsesi substansial dan hanya menandatangani kesepakatan sementara mencerminkan kegagalan Washington untuk mencapai tujuan strategisnya yang lebih luas dan menyoroti keinginan untuk menghindari keterlibatan yang lebih dalam.
Alih-alih menghasilkan penyelesaian komprehensif, kesepakatan saat ini menetapkan kerangka kerja untuk negosiasi berkelanjutan, yang diperkirakan akan melibatkan kompromi lebih lanjut dan dapat melampaui jangka waktu awal dua bulan. Meskipun Amerika Serikat menggambarkan perjanjian tersebut sebagai sebuah keberhasilan, tidak satu pun dari tujuan yang dinyatakan telah tercapai, sehingga merugikan kredibilitas dan pengaruh Washington.
Inti dari MoU ini adalah tekanan domestik. Amerika Serikat tidak dapat lagi mengabaikan ekonomi, opini publik, atau perpecahan politik internal. Seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, kekhawatiran meningkat mengenai dampaknya terhadap ekonomi global, khususnya melalui kenaikan harga energi dan tekanan inflasi di Amerika Serikat. Ini adalah isu-isu yang sangat sensitif bagi pemerintahan mana pun, termasuk bagi Amerika Serikat sendiri.
Tampaknya pihak yang paling tidak senang dengan perjanjian tersebut adalah kaum Zionis, yang telah menyatakan keberatannya dan mengkritik bahwa perjanjian tersebut menguntungkan Iran dan membiarkan isu-isu penting yang belum terselesaikan, khususnya program rudal balistik Iran, rincian program nuklir, dan aktivitas proksi regional. MoU sementara ini sebagian besar memulihkan kondisi yang ada sebelum perang.
Selain itu, perjanjian tersebut memberikan konsesi signifikan kepada Iran. Amerika Serikat telah setuju untuk mengeluarkan pengecualian sanksi yang memungkinkan Iran untuk menjual minyaknya secara bebas dan segera, dengan kemungkinan pelonggaran sanksi yang lebih luas dan pelepasan aset yang dibekukan seiring kemajuan negosiasi. Program pengayaan uranium Iran tetap utuh, dengan kesepakatan tersebut hanya menyerukan pemantauan internasional terhadap stok yang ada, bukan pembongkaran program tersebut sepenuhnya.
Meskipun Trump menggambarkan MoU tersebut sebagai kesepakatan yang kuat, ia secara bersamaan mengakui sifat sementara kesepakatan itu dan memperingatkan bahwa aksi militer dapat dilanjutkan jika negosiasi gagal. Dualitas ini mengungkap kerapuhan kesepakatan tersebut dan menunjukkan bahwa kesepakatan itu sebagian besar hanyalah upaya untuk menyelamatkan muka dan tidak menghasilkan keuntungan strategis yang sebanding bagi Amerika Serikat, yang semakin tidak mampu mengabaikan atau menahan tekanan domestik yang meningkat. Sebaliknya, fase perang saat ini telah berpihak pada Iran.
Pada saat komentar ini ditulis, Iran mengumumkan bahwa mereka telah menutup kembali Selat Hormuz karena serangan berulang kali oleh entitas Yahudi terhadap Lebanon meskipun ada MoU dengan Amerika Serikat. Entitas Yahudi berupaya menggagalkan negosiasi AS-Iran untuk agenda politik dan militernya seiring dengan pendudukan Lebanon lebih lanjut.
Kesimpulannya, meski berada di bawah ketidakseimbangan yang signifikan, namun perlawanan yang disiplin dan berkelanjutan dapat menghasilkan hasil nyata. Perang ini telah menunjukkan bahwa pengaruh tidak hanya ditentukan oleh kekuatan materi langsung, tetapi juga oleh kemampuan untuk menahan tekanan dan tetap menjadi aktor yang relevan dan independen. Selain itu, publik Amerika Serikat tidak lagi bersedia mendukung pengejaran imperialis dengan mengorbankan ketidaknyamanan domestik lebih lanjut. Sayangnya, jerat negara-bangsa yang mengikat Iran hanya menyebabkan kemunduran bagi Amerika Serikat dan tidak akan berujung pada kemenangan. Ingat, bahwa hanya dengan Khilafah dunia akan melihat penantang ideologis yang tidak hanya melawan tetapi juga berkembang, mencabut akar, dan memberikan alternatif global yang bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari cengkeraman yang tidak manusiawi dan membuat Amerika Serikat mundur dengan ekor di antara kedua kakinya, yakni dengan hina dan terhinakan. [] Haitsam bin Tsubait – Perwakilan Media Hizbut Tahrir di Amerika
Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 25/6/2026.
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat