Larangan Hijab di Azerbaijan, Standar Ganda Sekularisme

 Larangan Hijab di Azerbaijan, Standar Ganda Sekularisme

MediaUmat – Larangan memakai hijab bagi siswa dan guru yang diterapkan oleh pemerintah Azerbaijan di lingkungan sekolah negeri dinilai Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi sebagai standar ganda sekularisme.

“Ini lagi-lagi membuktikan standar ganda dari sekularisme,” ujarnya kepada media-umat.com, Jumat (16/10/2026).

Di satu sisi, kata Farid, mereka menyatakan kebebasan beribadah, kebebasan beragama, termasuk kebebasan untuk memakai pakaian-pakaian berdasarkan ajaran agama yang seharusnya dipahami oleh seperti itu. Tetapi, ujarnya, sebagaimana yang terjadi di Prancis, mereka mengatas-namakan sekularisme untuk melarang pemakaian hijab.

“Jadi, ini jelas merupakan standar ganda dari sekularisme. Karena standar ganda, sekularisme ini tidak layak dipakai oleh umat Islam dan harus dicampakkan oleh umat Islam,” ungkapnya.

Selain itu, menurutnya, ini menunjukkan bahwa Azerbaijan adalah negara yang sekuler. “Kalau negara itu bukan negara sekuler, ketika ada yang menerapkan ajaran Islam, tentu mereka tidak akan melarangnya,” ujarnya.

Terakhir, Farid menyoroti apa yang terjadi di Azerbaijan itu mencerminkan derita umat Islam ketika umat Islam tidak memiliki payung politik secara global, yang berpengaruh di dunia, yang bisa memberikan rasa takut.

“Coba kita bayangkan bagaimana konsennya Amerika terhadap apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia di Cina. Ada kelompok di Cina yang dilarang karena mereka anggap itu pelanggaran HAM,” kata Farid.

“Demikian juga ketika ada kewajiban menjalankan syariat Islam, seperti yang ada di beberapa tempat, misalkan, di Aceh. Banyak kelompok-kelompok HAM termasuk Amerika mengatakan itu pelanggaran HAM. Dan suara mereka itu didengar karena berpengaruh. Kenapa didengar? Ya, karena yang bersuara itu adalah Amerika. Dan Amerika itu adalah negara adidaya,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, kata Farid, di situlah umat Islam secara politik global itu membutuhkan Khilafah ala Minhajin Nubuwwah sehingga umat Islam itu tidak diperlakukan seenaknya.

“Karena sesungguhnya khalifah itu adalah junnah atau perisai,” tandasnya.[] Achmad Mu’it

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *