Keputusan Baru Entitas Yahudi untuk Mengusir Penduduk di Tepi Barat: Siapa yang Akan Menghentikannya?!

 Keputusan Baru Entitas Yahudi untuk Mengusir Penduduk di Tepi Barat: Siapa yang Akan Menghentikannya?!

Menghadapi beberapa keputusan yang dibuat oleh Kabinet Keamanan Entitas Yahudi yang mengancam keberadaan warga Palestina di tanah mereka, dimana Kabinet Keamanan Entitas Yahudi  menyetujui langkah-langkah untuk mempercepat aktivitas pemukiman di Tepi Barat. Langkah-langkah ini termasuk mencabut pembatasan penjualan properti Palestina kepada orang-orang Yahudi, mengizinkan pembongkaran di daerah yang dikuasai Palestina, dan memindahkan wewenang perencanaan di Al-Khalil, daerah sekitar Masjid Ibrahimi, dan Betlehem kepada entitas Yahudi.” (Al Jazeera). Sebagai tanggapan atas keputusan-keputusan ini, Otoritas Palestina hanya mengeluarkan pernyataan kecaman dan penolakan, “dan menegaskan bahwa tindakan-tindakan ini merupakan implementasi praktis dari rencana aneksasi dan penggusuran serta melanggar perjanjian yang ditandatangani antara Organisasi Pembebasan Palestina dan (Israel).” (Al Jazeera Net).

Dengan demikian, pihak Otoritas Palestina menganggap bahwa orang Yahudi melanggar perjanjian dan kesepakatan yang dengannya Otoritas menyerahkan sebagian besar Palestina kepada orang Yahudi, kemudian Otoritas berpegang teguh pada perjanjian-perjanjian ini yang tidak menghasilkan apa pun bagi mereka, meskipun perjanjian-perjanjian tersebut mengandung pengkhianatan besar, ditambah lagi dengan korupsi para pejabatnya yang telah menjadi tak tertahankan, serta pemborosan uang rakyat Palestina secara tidak adil.

Kecaman verbal Otoritas Palestina ini dibantah oleh tindakannya. Otoritas Palestina, yang menggambarkan tindakan entitas Yahudi sebagai aneksasi dan pengusiran, namun secara bersamaan Otoritas justru memperketat cengkeramannya pada rakyat Palestina melalui pajak, pungutan, dan keputusan keuangan yang sejalan dengan kebijakan entitas Yahudi untuk menindas mereka. Otoritas Palestina yang sama ini berupaya mengubah dan mendistorsi kurikulum untuk ketiga kalinya sebagai tanggapan terhadap keinginan entitas Yahudi dan Uni Eropa, sehingga tidak ada jejak Islam yang tersisa di dalamnya, tidak ada penyebutan tentang bumi Isra dan Mi’raj, serta tidak ada referensi tentang konflik dengan kekuatan pendudukan yang merebut tanah yang ditaklukkan oleh kaum Muslim dan yang terkait dengan keyakinan mereka. Selain itu, Otoritas Palestina belum menghentikan koordinasi keamanannya, yang telah mengubahnya menjadi sayap keamanan entitas kriminal Yahudi, menindas rakyat Palestina dengan kebrutalan yang sama seperti yang dilakukan oleh orang Yahudi. Tindakan terbaik yang dilakukan Otoritas Palestina adalah kejahatan besar: mereka telah menyetujui konstitusi sementara di bawah mandat Prancis dan Eropa, dengan partisipasi asosiasi dan lembaga CEDAW dan feminis yang proses penyusunannya mencurigakan, semuanya dengan dalih transisi dari otoritas menjadi negara yang setiap hari dinyatakan Smotrich sedang dihancurkannya melalui tindakan, bukan dengan kata-kata!

Adapun rezim-rezim yang ada di negeri-negeri Islam, mereka menjual Gaza kepada Trump dan menyerahkan rakyatnya kepada entitas Yahudi, sementara yang mereka keluarkan hanyalah kecaman dan penolakan, serta menggambarkan keputusan entitas Yahudi tersebut sebagai bertentangan dengan hukum internasional, yaitu hukum yang sama yang telah memberikan kepemilikan sebagian besar wilayah Palestina kepada orang Yahudi, yang diadopsi dan digunakan oleh rezim-rezim pengkhianat untuk membelenggu umat Muhammad saw agar tidak membebaskan Palestina. Sementara entitas kriminal tersebut tidak mengakui hak apa pun bagi rakyat Palestina atas tanah Palestina, rezim-rezim ini bersikeras pada solusi dua negara, yaitu solusi yang akan memberikan sebagian besar wilayah Palestina kepada mereka (orang Yahudi) berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB!

Dengan demikian, penduduk Tepi Barat di Palestina akan ditinggalkan, sama seperti penduduk Gaza ditinggalkan, dan sama seperti penduduk Palestina ditinggalkan di tanah yang diduduki pada tahun 1948, di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional, yang merupakan kedok sah bagi entitas Yahudi yang tidak sah. Rakyatnya dibunuh di bawah kecaman dan penolakan dari rezim-rezim yang pertama kali berkonspirasi melawan tanah yang diberkahi, dan mencegah umat Islam untuk bergerak ke sana guna melenyapkan entitas Yahudi dan mengakhiri urusannya dalam sekejap.

Keputusan-keputusan yang diambil oleh entitas Yahudi ini sangat berbahaya, karena akan memberikan kehadiran para pemukimnya di jantung komunitas Palestina, bukan hanya di pinggirannya. Sifat pelaksanaannya akan menyebabkan bentrokan berdarah dan membuka pintu bagi agresi pemukim yang lebih besar dan lebih buruk dua kali lipat daripada yang terjadi saat ini, sebab tujuannya adalah mengubah kehidupan warga Palestina menjadi neraka yang tak tertahankan, sehingga tidak seorang pun dari mereka akan merasa aman untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka, pada akhirnya akan memaksa mereka untuk beremigrasi dan pergi.

Penindasan dan pengusiran rakyat Palestina dari tanah mereka, serta cengkeraman entitas ilegal perampas kekuasaan atas kehidupan, rumah, dan tanah mereka, yang dalam melakukannya dibantu oleh otoritas yang telah merangkulnya sejak hari pertama dan dilindungi oleh rezim-rezim yang keberadaannya terkait erat dengan keberadaan entitas tersebut, maka realita ini tidak memberi pilihan lain bagi umat Islam selain bertindak. Mengandalkan keteguhan hati rakyat Palestina berarti mengandalkan ketahanan korban melawan penindasnya. Namun kita sangat berharap pada Allah Al-Qawi Al-Aziz (Yang Mahakuasa lagi Mahaperkasa), agar Dia membuka hati orang-orang yang memiliki kekuatan dan berkuasa untuk melindungi umat dan mengubah keadaan, dengan dukungan dari massa umat Islam, serta membalikkan keadaan dan menggulingkan mereka yang melindungi entitas Yahudi sebelum entitas Yahudi itu sendiri digulingkan, bahkan mereka dengan dukungan dari massa umat Islam mampu mengubah seluruh dunia, bukan hanya situasi di Palestina, jika mereka tulus dalam komitmen mereka kepada Allah SWT. Ingat, sebuah umat yang muncul dari kedalaman gurun, yang menaklukkan Persia dan Roma, bahkan menundukkan dunia, tentu mampu membebaskan Palestina dan menulis ulang sejarah hingga seluruh bumi memeluk agama Allah SWT, dan memenuhi kabar gembira (busyra) Nabi Muhammad saw:

«إِنَّ اللهَ ‌زَوَى لِي الْأَرْضَ، فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا، وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا ‌زُوِيَ لِي مِنْهَا»

Allah mengumpulkan bumi untukku dan aku melihat bagian timur dan baratnya. Dan kekuasaan umatku akan meliputi semua bumi yang dikumpulkan untukku.” (HR. Muslim).

 

Kantor Media Hizbut Tahrir

Di Tanah yang Diberkahi Palestina

 

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *