Jurnalis Pertanyakan Perdamaian yang Dimaksud Prabowo Soal Gaza
MediaUmat – Merespons pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut ‘Dengan kepemimpinan Trump, perdamaian sejati akan tercapai’, Jurnalis Joko Prasetyo mempertanyakan perdamain yang dimaksud orang nomor satu di Indonesia tersebut.
“Perdamaian sejati macam apa yang Anda maksud, Pak Prabowo? Sehingga dengan jahilnya mengatakan, ‘Dengan kepemimpinan Trump, perdamaian sejati akan tercapai,’” tegasnya kepada media-uamt.com, Ahad (22/2/2026).
Ia menjelaskan, konsep perdamaian yang dipromosikan Trump selama ini bertumpu pada dominasi kekuatan politik dan militer, yang dalam praktiknya justru melegitimasi perampasan wilayah Palestina dan menekan perlawanan rakyat yang berusaha mempertahankan haknya.
“Tahukah Anda, menurut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang namanya damai itu, Israel dan AS dapat merampas tanah Palestina tanpa perlawanan. Kaum Muslim yang mempertahankan haknya dengan jihad sebagaimana yang dilakukan Hamas maupun mujahidin lainnya, dicap sebagai perusak perdamaian, bahkan teroris,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan, skema tersebut menunjukkan bagaimana perdamaian dirancang secara sepihak melalui mekanisme politik global, dengan menempatkan Board of Peace sebagai instrumen kontrol penuh Amerika Serikat, sementara rakyat Palestina dipaksa menerima tatanan politik tanpa kedaulatan dan kekuatan mempertahankan diri.
“Solusinya, sebagaimana yang tercantum dalam 20 poin proposal Trump dan diterapkan melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), adalah melucuti senjata Hamas maupun mujahidin Gaza lainnya dan deradikalisasi penduduk Gaza agar terjauh dari pemahaman Islam akan kewajiban jihad melawan entitas penjajah,” jelasnya.
Menurutnya, damai yang menuntut pelucutan perlawanan, deradikalisasi keyakinan, serta pembentukan pemerintahan boneka hanyalah bentuk lain dari pengelolaan konflik agar tetap stabil bagi kepentingan penjajah, dengan mengorbankan hak ideologis, politik, dan keagamaan rakyat Gaza.
“Lalu dibentuklah pemerintahan boneka Palestina yang tidak memiliki kekuatan politik dan militer. Pemerintahan tersebut dalam kendali Israel. Sedangkan Israel dalam kendali BoP. BoP sendiri dalam kendali penuh Presiden AS dengan segala hak vetonya di BoP. Damai seperti itu yang Anda maksud Pak Prabowo?” pungkasnya.[] Lukman Indra Bayu
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat