Jalan bagi Iran untuk Keluar dari Hegemoni AS
Pada tanggal 3 Juli 2026, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mempertanyakan peran Komando Pusat AS, US Central Command (CENTCOM) dalam keamanan regional, menekankan bahwa perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah hanya dapat dicapai melalui kerangka inklusif yang bebas dari campur tangan asing (tasnimnews.ir, 3/7/2026).
Kepemimpinan politik Iran harus mengambil contoh dari upaya kepemimpinan militer untuk mempertahankan kemerdekaan Iran. Kepemimpinan politik harus meninggalkan pola pikir lama yang dibangun selama lima dekade, di mana Iran menerima untuk menjadi satelit dalam orbit kebijakan luar negeri AS, guna mengamankan kedalaman strategis regional. Kepemimpinan politik harus dinamis dalam memahami parameter baru yang telah ditetapkan AS, dalam Nota Kesepahaman (MoU), yang melaluinya AS akan menghancurkan pengaruh regional apa pun dalam beberapa tahun. Satu-satunya cara bagi kepemimpinan politik untuk menetapkan arah baru adalah dengan berpegang teguh pada hukum Allah SWT secara utuh dan tanpa syarat.
Sesungguhnya, kaum Muslim Iran berada dalam posisi untuk memimpin seluruh umat Islam dalam revolusi Islam melawan kolonialisme AS, dalam konfrontasi yang menentukan. Mereka harus menuntut agar kepemimpinan politik mereka meninggalkan sektarianisme dan nasionalisme, demi kepentingan identitas Islam, yang di atasnya seluruh umat Islam dapat dipersatukan di bawah kepemimpinan satu seorang Imam (Khalifah).
Dengan cara ini, militer Turki, Iran, dan Pakistan akan bersatu di bawah satu komando Imam (Khalifah), sehingga di hadapan militer AS hanya ada satu pilihan yaituharus mundur, sama seperti militer Inggris, Prancis, dan negara-negara Eropa lainnya yang melemah dan kelelahan sehingga harus mundur setelah Perang Dunia Kedua yang melelahkan. Lalu, mengapa putra-putra Imam Ja’far Ash-Shadiq, guru Imam Abu Hanifah rahimahumallah, semoga Allah SWT merahmati keduanya, menolak untuk mendapatkan kehormatan besar ini? (hizb-ut-tahrir.info, 6/7/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat