Iran Umumkan Rincian Draf Nota Kesepahaman dengan AS
Pada 27 Mei 2026, televisi pemerintah Iran mengumumkan rincian draf kerangka kerja informal untuk nota kesepahaman dengan Amerika Serikat, yang dimediasi oleh Pakistan, yang bertujuan untuk mengakhiri perang. Draf tersebut menetapkan bahwa Iran akan mengelola lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz bekerja sama dengan Oman, dan Iran akan berkomitmen untuk memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan.
Televisi Iran melaporkan bahwa “kerangka awal kesepahaman Islamabad, yang dapat menjadi titik balik dalam upaya mengakhiri perang yang dipaksakan kepada Iran, saat ini sedang direvisi dan diselesaikan teksnya, yang masih belum final.”
Namun Trump membantah hal ini, dengan mengatakan, “Itu sepenuhnya dibuat-buat. Selat Hormuz akan terbuka untuk semua orang dan tidak seorang pun akan mengendalikannya.” Ia menambahkan, “Tidak ada uang yang akan dikembalikan kepada Iran sampai mereka memperbaiki perilaku mereka,” merujuk pada aset Iran yang dibekukan. Ia menyatakan keprihatinan tentang kemungkinan persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Iran jatuh ke Rusia atau China, dan menyatakan bahwa ia “tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir karena mereka akan menggunakannya segera dan tanpa ragu-ragu.”
Namun menteri luar negerinya, Rubio, mengatakan: “Negosiasi bisa memakan waktu beberapa hari, dan telah terjadi bolak-balik mengenai rumusan kata-kata tertentu dalam dokumen awal.”
Nasib program nuklir Iran masih belum pasti, karena Amerika Serikat menuntut pembekuan selama 20 tahun, periode yang ditolak Iran, di mana Iran meminta jangka waktu yang lebih pendek. Nasib uranium yang diperkaya Iran juga masih belum terselesaikan, karena Iran memiliki sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60%. Lebih lanjut, draf perjanjian tersebut tidak menyebutkan persenjataan rudal Iran.
Dengan demikian, Trump memperkeruh keadaan, menciptakan masalah di tempat yang sebenarnya tidak ada, dan mengklaim akan menyelesaikan apa yang tidak bisa diselesaikan oleh presiden-presiden Amerika Serikat sebelumnya. Dia seperti orang bodoh, menciptakan kekacauan lalu berpura-pura memperbaikinya. Kesepakatan nuklir Iran tahun 2015, yang membatasi pengayaan uranium Iran hingga 3,67%, stabil, tetapi dengan penarikan dirinya dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018, Iran mulai meningkatkan pengayaan hingga mencapai 60%. Selat Hormuz tidak ditutup, bukan kamp militer, dan tidak berada di bawah pengawasan. Tetapi dengan agresi yang dilancarkan pada 28 Februari 2026, situasinya berubah, dan sekarang negosiasi sedang berlangsung mengenainya. Semua orang sekarang mengejek Amerika Serikat, mereka mengharapkan kehancurannya dan kehancuran instrumen kejinya, entitas Yahudi. Sungguh kehancurannya akan segera terjadi, insya Allah, di tangan Negara Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah (hizb-ut-tahrir.info, 28/5/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat