FoCUS: Kondisi Anak Indonesia Masih Jauh dari Aman dan Nyaman

MediaUmat Di balik peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli, Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) menilai kondisi anak Indonesia masih memprihatinkan.

“Sejak Kepres Presiden (Keppres) No. 44/1984 Indonesia memperingati Hari Anak Nasional setiap tanggal 23 Juli. Namun di balik peringatan Hari Anak Nasional kondisi sebagian anak Indonesia masih jauh dari aman dan nyaman,” ujarnya dalam pernyataan tertulis kepada media-umat,com, Kamis (23/07/2026).

Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS) menyebut berbagai indikator menunjukkan masih rentannya kondisi anak di Indonesia. Tingginya angka kekerasan terhadap anak, kemiskinan, pekerja anak, hingga putus sekolah menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak di Indonesia masih memprihatinkan

FoCUS mengutip data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mencatat lebih dari 2.000 anak menjadi korban kekerasan sepanjang 2025. Selain itu, pada 2024 dilaporkan lebih dari satu dari sembilan anak Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional.

“KPAI menyebutkan sepanjang 2025 ada 2 ribu lebih anak Indonesia jadi korban kekerasan,” kutipnya.

Menurut FoCUS, persoalan tersebut juga tercermin dari meningkatnya jumlah pekerja anak. Pada 2024, jumlah pekerja anak tercatat mencapai 1,27 juta orang, meningkat dibandingkan 1,01 juta anak pada tahun sebelumnya.

FoCUS menegaskan berbagai persoalan tersebut merupakan konsekuensi langsung dari penerapan sistem kapitalisme yang menjadikan kesejahteraan keluarga dan perlindungan anak bukan sebagai prioritas utama negara, melainkan tunduk pada kepentingan ekonomi dan pasar.

“Buruknya nasib anak Indonesia adalah perpaduan penerapan sistem kapitalisme dan abainya negara terhadap kondisi anak dan keluarga di tanah air,” tutupnya.[] Ikbal

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: