FoCUS: Berdampak Banget Buat Rakyat ketika Dolar Naik

MediaUmat Analis Forum on Contemporary Ummah Studies (FoCUS) Iwan Januar menegaskan kenaikan harga dolar sangat berdampak bagi rakyat kecil.

“Kata siapa bahwa kenaikan dolar itu enggak berdampak buat kita rakyat kecil? Ini berdampak banget,” ujarnya dalam siniar Dolar Ketawa, Rupiah Makin Kurus, Kamis (28/5/2026) di kanal YouTube Khilafah News.

Pasalnya, jelas Iwan, hari ini Indonesia mengandalkan utang luar negeri yang semua dibayar dengan dolar. “Kita juga banyak mengandalkan impor yang mesti dibayar dengan dolar juga. Dan kita hari ini bergantung kepada mata uang dolar,” sambungnya.

Menurut Iwan, itu semua bukan kebetulan. Ada desain yang dibuat oleh negara-negara besar untuk terus melemahkan negara-negara dunia ketiga, negara berkembang agar mereka terperangkap dalam jerat utang dan terperangkap dengan permainan dolar yang dibuat oleh Amerika Serikat.

Lantas ia menandaskan umat muslim yang tersebar pada 50 negara, dengan jumlah umat Islam sekitar 2 miliar harus melakukan langkah-langkah berikut.

Pertama, membangun kemandirian. Menurutnya, kaum Muslim termasuk Indonesia harus menjadi negara yang mandiri dengan sumber daya alam yang luar biasa. “Mestinya kita bisa mandiri tidak mengandalkan impor dari luar negeri,” tegasnya.

Kedua, harus punya mata uang yang kuat. Dan sebetulnya, sebut Iwan, Islam sudah mengajarkan dan sudah memiliki sistem matau yang kuat, yaitu adalah dinar dan dirham. mata uang yang berbasis emas dan perak yang nilainya relatif stabil, kuat, dan tidak bisa dipermainkan oleh bangsa lain.

Ia berpandangan, kalau kaum Muslim kembali kepada ekonomi yang mandiri yang dibangun dengan syariat Islam menggunakan mata uang dinar dan dirham, maka umat Islam mempunyai sebuah negara yang kuat dan umat Islam menjadi umat yang kuat pula.

“Bukan umat yang bergantung kepada mata uang asing dan apalagi bergantung kepada utang luar negeri dan bergantung kepada produk impor yang semua menjadi alat penjajahan di tanah air,” pungkasnya.[] Muhammad Nur

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: