FDMPB: Meski Sudah Ada BoP, Israel Tetap Bombardir Gaza

 FDMPB: Meski Sudah Ada BoP, Israel Tetap Bombardir Gaza

MediaUmat – Meski sudah ada Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk Gaza bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ketua Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa (FDMPB) Dr. Ahmad menilai Israel tetap saja bombardir warga Gaza.

“Ribuan nyawa rakyat Gaza korban genosida, bahkan Israel tetap bombardir warga Gaza pasca-Board of Peace,” ulasnya kepada media-umat,com, Rabu (5/2/2026).

Menurut Ahmad, serangan pasca penandatanganan BoP yang menelan 31 korban, termasuk anak-anak dan perempuan sebagai deretan kejahatan Israel yang tidak termaafkan. “Ini kejahatan yang tak termaafkan,” bebernya.

Sayangnya, kritik Ahmad, AS yang mengklaim negara demokrasi ‘yang melindungi hak asasi manusia’ justru yang paling getol mendukung kejahatan genosida ini.

Dalam hukum humaniter internasional, sebut Ahmad, prinsip distinction dan proportionality mewajibkan pihak yang berperang membedakan antara kombatan dan nonkombatan serta mencegah kerusakan berlebihan terhadap warga sipil. Namun, ketika rumah sakit dibom, kamp pengungsi dihantam, dan blokade menyebabkan kelaparan massal, klaim “korban tak sengaja” kehilangan maknanya.

Mirisnya, ungkap Ahmad, dunia mengetahui hal ini. Media internasional melaporkannya. Para pemimpin dunia menerima laporan-laporannya. Namun yang terjadi justru keheningan kolektif.

“Sebuah diam yang berbicara (dunia) lebih keras daripada kecaman apa pun,” kritiknya.

Akar persoalan Gaza, lanjut Ahmad, tidak bisa dilepaskan dari absennya kepemimpinan global yang adil dan mampu melindungi Palestina. Ialah seorang khalifah dalam institusi khilafah Islam.

“Islam tidak berhenti pada ritual ibadah, tetapi menghadirkan sistem kepemimpinan. Dalam Islam, darah manusia adalah suci (hurmat al-dima’), dan penjajahan adalah keharaman yang nyata. Negara memiliki kewajiban syar’i untuk melindungi yang tertindas (mustadh‘afin), bukan tunduk kepada yang kuat,” pungkasnya.[] Novita Ratnasari

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *