Farid Wajdi: Harusnya Tentara Indonesia ke Gaza Memerangi Penjajah

 Farid Wajdi: Harusnya Tentara Indonesia ke Gaza Memerangi Penjajah

MediaUmat Merespons rencana pemerintah Indonesia mengirim sekitar 8.000 personel TNI ke Gaza di bawah payung International Stabilization Force (ISF) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Direktur Forum on Islamic World Studies (FIWS) Farid Wadjdi menegaskan, kehadiran tentara negeri Muslim semestinya untuk membebaskan wilayah yang dijajah.

“Kalau berdasarkan Islam sangat jelas, ketika ada penjajahan maka penjajah itu harus diusir. Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, ‘Wa qaatiluu fii sabiilillaah aladzii qootiluu nakum’ — perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian,” kutipnya dalam siniar Mbois: Pejuang Gaza Ingatkan Indonesia Soal Tentara, Alarm Penting! yang ditayangkan di kanal YouTube Tabloid Media Umat, Selasa (17/2/2026).

Ia menilai, istilah “stabilisasi” dalam skema BoP perlu dibaca secara kritis karena tidak identik dengan pembebasan Palestina. Dalam kerangka tersebut, stabilisasi justru diarahkan untuk menjamin keamanan Israel.

“Kalau dikatakan perdamaian dan keamanan untuk keamanan Israel, pasukan-pasukan ini adalah bagian dari apa yang disebut pasukan stabilisasi Gaza. Dan ini tidak bisa dilepaskan dari Board of Peace,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, mustahil berbicara tentang perdamaian yang hakiki selama penjajahan masih berlangsung.

“Bagaimana mungkin stabilitas dan perdamaian itu bisa terwujud kalau kemudian penjajahan masih ada. Sementara pasukan stabilisasi internasional ini di bawah pimpinan Amerika digunakan untuk meredam perlawanan mujahidin di sana,” tandasnya.

Ia juga menyoroti syarat demiliterisasi perjuangan Palestina dalam skema tersebut sebagai indikator bahwa arah kebijakan itu lebih berpihak pada keamanan Israel.

“Syarat Amerika dalam BoP ini adalah demiliterisasi perjuangan Palestina, artinya melucuti persenjataan-persenjataan rakyat Palestina. Oleh karena itu stabilitas dan perdamaian yang dimaksud bukan untuk rakyat Palestina yang dijajah, tapi untuk keamanan Israel,” tegasnya.

Menurutnya, jika tentara Indonesia hadir dalam kerangka tersebut, maka hal itu bertentangan bukan hanya dengan prinsip Islam, tetapi juga dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang anti-penjajahan.

“Kalau tentara Indonesia datang ke sana justru untuk mengokohkan penjajahan Zionis Yahudi ini sangat bertentangan bukan hanya dengan prinsip-prinsip Islam tapi bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang anti penjajahan,” pungkasnya.[] Zainard

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini:

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *