Entitas Yahudi Terus Melakukan Agresi Terhadap Lebanon
Netanyahu mengumumkan bahwa perang di Lebanon dikecualikan dari perjanjian gencatan senjata dengan Iran, dan ia akan melanjutkan agresinya terhadap Lebanon. Untuk tujuan ini, ia melancarkan puluhan serangan udara ke Lebanon pada hari Rabu, 8 April 2026, menargetkan sekitar 100 lokasi hanya dalam 10 menit. Hal ini mengakibatkan puluhan orang gugur dan ratusan orang terluka. Keesokan harinya, Kamis, 9 April 2026, ia melancarkan serangan udara intensif ke Beirut, yang mengakibatkan ratusan orang tewas dan ratusan orang terluka.
Tampaknya Amerika telah memberinya izin untuk melakukan semua ini, karena tidak ada pejabat Amerika yang mengomentari keputusan Netanyahu, mengingat ia tidak dapat bertindak di wilayah tersebut tanpa persetujuan mereka. Hal ini didukung oleh pernyataan sebelumnya dari presidennya, Trump, yang mengatakan: “Perang di Lebanon adalah pertempuran kecil yang terisolasi, dan akan ditangani serta diselesaikan juga.”
Perlu dicatat bahwa entitas Yahudi sedang berupaya membangun zona penyangga yang aman bagi dirinya sendiri di selatan Sungai Litani, seperti yang dinyatakan sebelumnya oleh Menteri Pertahanan entitas Yahudi, Katz. Ini mencerminkan apa yang telah mereka lakukan di Suriah selatan, mencapai pinggiran Damaskus, tempat para penguasa baru mereka, yang dipimpin oleh al-Julani, telah tunduk. Al-Julani sebelumnya menyatakan kepercayaannya kepada tuannya, Trump, dan keyakinannya bahwa Trump akan mencapai perdamaian, bahkan menggambarkannya sebagai seorang pembawa perdamaian. Ia juga menyatakan kesetiaannya kepada Amerika, bergabung dengan koalisi internasional pimpinan AS melawan Islam dan mengadakan perjanjian dengan entitas Yahudi untuk melakukan patroli bersama di daerah ini, yang telah ia rebut dan nyatakan sebagai zona aman bagi entitasnya.
Amir Hizbut Tahrir, Al-Ālim Al-Jalīl Atha’ bin Khalil Abu Rasytah, menyatakan dalam Jawāb Soāl yang dikeluarkan pada 4/4/2026 berjudul “Perang Melawan Iran”: “Oleh karena itu, pernyataan entitas Yahudi menunjukkan pembentukan zona penyangga hingga Sungai Litani di Lebanon selatan, dan berbicara tentang pengosongan wilayah ini dari penduduk Lebanon. Ini tidak mudah dicapai oleh tentara mereka karena adanya perlawanan di selatan. Terlebih lagi, entitas Yahudi tidak mampu berperang kecuali dengan bantuan orang-orang setelah mereka memutuskan tali agama Allah (hablullah). Oleh karena itu, jika agresi Amerika berakhir, mereka akan berakhir secara otomatis.” (hizb-ut-tahrir.info, 9/4/2026).
Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat