Efisiensi Anggaran MBG, Wahyudi Dorong Pengalihan ke Pendidikan Gratis

MediaUmat – Menyoroti kabar wacana pengurangan hari operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 5 hari menjadi 4 hari per pekan untuk efisiensi anggaran, Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menyatakan, jika dikurangi dan digeser menjadi pendidikan gratis, ini kabar baik.

“Ada wacana makan bergizi gratis (MBG) dikurangi. Apakah ini kabar baik atau buruk? Kalau dikurangi dan digeser menjadi pendidikan gratis, tapi ini kabar baik,” ucapnya dalam video pendek di akun TikTok @wahyudi_almaroky, Kamis (30/4/26).

Pasalnya, ulas Wahyudi, ketika digeser menjadi pendidikan gratis, ke depannya manusia di Indonesia akan dikategorikan sejahtera, karena punya otak yang pintar dan cerdas.

“Kita ke depan ingin menciptakan manusia Indonesia itu otaknya pintar, cerdas, perutnya kenyang dan kantongnya tebal. Itu yang kategorikan sejahtera,” jelasnya.

Lalu, imbuhnya, untuk membuat orang berkantong tebal, lalu perutnya kenyang, ya kuncinya ada di otak yang pintar.

“Untuk menjadikan orang berkantong tebal, perut kenyang, maka sebenarnya kuncinya ada di otak pintar,” ujarnya.

Kemudian, Wahyudi mempertegas lagi, jika wacana ini terjadi, dan digeser menjadi pendidikan gratis, harapannya di Indonesia akan lahir manusia yang cerdas, dan dari kecerdasannya bisa memenuhi perutnya dengan kenyang.

Selain itu, ungkapnya, orang cerdas akan menciptakan lapangan kerja yang bagus, sehingga lebih sejahtera, “Dia bisa menciptakan lapangan kerja yang bagus, sehingga lebih sejahtera,” tambahnya.

Terakhir, Wahyudi mengatakan, pengurangan MBG menjadi pendidikan gratis adalah pilihan yang lebih tepat.

“Jadi, kalau dikurangi dari makan bergizi gratis, menjadi pendidikan gratis, saya pikir itu lebih tepat,” tutupnya.[] Nandang Fathurrohman

Dapatkan update berita terbaru melalui saluran Whatsapp Mediaumat

Share artikel ini: