Diskursus ‘khilafah’ tidak berhenti, terus mengemuka seiring dengan dirilisnya film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN). Film yang menjelaskan bukti-bukti empirik tentang keberadaan islam dan
Dalam Acara Multaqa Ulama Aswaja Nusantara, Ahad 11 Muharram 1442 H / 30 Agustus 2020 Kyai Yasin, panggilan akrab beliau, menurut beliau, “pembicaraan tentang Khilafah, adalah konsen kita bersama, umat
Banyak yang masih mempertanyakan, benarkah ada jejak khilafah di Nusantara? Atau hal itu sekadar propaganda dan manipulasi. Demi menjawab kegelisahan publik, Forum Doktor Muslim Peduli
Banjarmasin. Bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriyah, puluhan warga Banjarmasin, gelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN), di ruangan
Nampaknya bumi pertiwi yang gemah ripah loh jinawi sedang menanggung beban berat anak negeri. Akibat ulah para pemimpin yang jumawa pongah penuh arogansi. Menggunakan pembenaran
Banjarmasin- Sejak pagi kumandang takbir, tahmid, dan tahlil terdengar di seluruh penjuru Kota Banjarmasin menyambut Idul Adha 1441 H. Para jamaah sudah mulai berdatangan ke Masjid
Pemahaman terkait muncul dan berkembangnya ide atau wacana moderasi ajaran Islam menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diikuti. Suatu ide atau teori tidaklah muncul begitu
Dunia Barat, termasuk kaum intelektualnya sangat faham bahwa eksistensi agama mereka tergugat dengan adanya Islam. Oleh sebab itu, para intelektual Barat yang mengkaji teologi dan
Khilafah dan jihad semakin ramai dibicarakan hingga menimbulkan pro kontra. Mereka yang kontra, khawatir memicu tindak radikalisme, sampai berbuntut terhadap direvisinya kurikulum pendidikan madrasah. Namun
Diskusi Online “Khilafahisme vs Komunisme, Ada Apa?” oleh Pusat Kajian dan Analisis Data (PKAD) mampu menghimpun lebih dari 6.000 viewers dalam ruang virtual. Alhamdulillah pencerahan dalam