MediaUmat – Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menilai, pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru justru membuka peluang lebih besar terhadap penyalahgunaan wewenang oleh
Feature Post
MediaUmat – Advokat Janif Zulfiqar mengatakan, pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) bukanlah prestasi yang patut dibanggakan. “DPR mengesahkan KUHAP baru itu bukan sebuah prestasi,
MediaUmat – Direktur Pamong Institute Wahyudi al-Maroky menilai Undang-Undang Dewan Perwakilan Rakyat (UU DPR) yang digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar warga bisa memberhentikan anggota dewan
MediaUmat – Terkait isu redenominasi rupiah kembali diputar ulang pemerintah setelah terakhir kali ramai dibahas pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ekonom Pusat Analisis Kebijakan
MediaUmat – Direktur The Economic Future Institute (TEFI) Dr. Yuana Tri Utomo menyatakan meningkatnya angka pengangguran sebagai bukti negara belum hadir secara optimal. “Ini menunjukkan negara
Pada tanggal 25 November, dunia memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan. Media melaporkan bahwa pembunuhan terhadap perempuan (femisida) terus berlanjut secara global, dengan satu
MediaUmat – Pengamat dari HILMI (Himpunan Intelektual Muslim Indonesia) Dr. Riyan menyatakan jalan di Indonesia tidak semulus di Singapura karena tidak ada roadmap (peta jalan) jalan
MediaUmat – Analis Politik dan Media Hanif Kristianto menilai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru berpotensi menyeret Indonesia kepada krisis hukum pidana. “Nah, apalagi kalau
Bentrokan bersenjata meletus pada Ahad malam (30/11) antara pasukan suku dan pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA di Provinsi Hadramaut, Yaman timur, sementara provinsi
Militer entitas Yahudi mengumumkan pada hari Senin (24/11/2025) bahwa dua warga Palestina lainnya tewas setelah melintasi garis kuning yang menandai penarikan militer dari Gaza utara, sehingga