Mediaumat.news – Tidak adanya kata “agama” dalam draf Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 dinilai sebagai bentuk nyata dari sekularisasi pendidikan di Indonesia. “Jelas, peta jalan pendidikan
Feature Post
Oleh Dr. Nazreen Nawaz Carly Fiorina, CEO Hewlett-Packard sebelumnya, berkomentar tentang Peradaban Islam yang ada karena kepemimpinan unik negara Khilafah Islam. Dia mengatakan: “Pernah ada
Oleh: KH Hafidz Abdurrahman A. Pengantar Islam dengan tegas telah mengharamkan minuman keras (khamr). Sebagaimana dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al-Qur’an: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ [&
Oleh: Arief B. Iskandar KHILAFAH ISLAMIYAH secara resmi dihapuskan pada 3 Maret 1924 M. Sekitar 97 tahun silam atau 100 tahun berdasarkan hitungan Tahun Hijrah. Hilangnya sistem Khilafah berarti
Mediaumat.news – Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) menyebutkan tiga alasan mengapa minuman keras tetap dilegalkan meskipun di lingkaran presiden ada ulama bahkan wapresnya
Mediaumat.news – Untuk melindungi harkat martabat, kesehatan fisik, mental dan otak warganya, Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto menyatakan semestinya pemerintah mengambil keputusan untuk melarang
Mediaumat.news – Sembari menampilkan tangkap layar (screenshot/SS) berita yang berjudul ‘Jokowi Buka Pintu Izin Investasi untuk Industri Miras Besar sampai Eceran’ dan ‘Bripka CS
Mediaumat.news – Terkait diduganya Presiden Jokowi melanggar protokol kesehatan covid-19 saat kunjungannya ke Maumere pada Selasa, Pakar Hukum Prof. Dr. Suteki, S.H., M.Hum.
Mediaumat.news – Menanggapi kebijakan pemerintah yang mengundang asing berinvestasi miras melalui Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, Pengamat Sosial Politik Iwan Januar mengatakan
Mediaumat.news – Wafatnya Dr. Nadjamudin Ramli menyisakan duka mendalam di kalangan teman dan koleganya, termasuk Cendekiawan Muslim Ustaz Muhammad Ismail Yusanto (MIY) yang menilai almarhum