Mediaumat.id – Akademisi Dr. Muhammad Uhaib As’ad menyatakan ketimpangan ekstrem Indonesia yang menempati peringkat keenam di kawasan Asia karena penguasaan alat-alat produksi ekonomi oleh
Feature Post
Mediaumat.id – Bila mengacu definisi mazhab yang sebenarnya, sosok Soekarno bukan hanya tidak bisa dikatakan mazhab, tetapi lebih ke tidak mungkin. “Bukan enggak bisa, tetapi
Orang Yahudi Tidak Akan Pernah Ridha Kepada Kaum Muslim, dan Tidak Pula dengan Orang Nasrani ]وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ* ٱلَّذِينَ ءَاتَيۡنَٰهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ يَتۡلُونَهُۥ حَقَّ تِلَاوَتِهِۦٓ أُوْلَٰٓئِكَ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۗ […]
Soal: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuhu. Dinyatakan di buku asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyah juz I dalam kajian tentang Para Nabi dan Rasul halaman 130 sebagai berikut: “
Mediaumat.id – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun Indramayu, Jawa Barat, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, dinilai lebih menghormati istrinya ketimbang hukum Islam. “Tampaknya pimpinan Al-Zaytun itu
Mediaumat.id – Penembakan massal yang sering terjadi di AS, terbaru dalam kasus penembakan massal pesta ulang tahun di Alabama yang tewaskan empat orang, dinilai Direktur
Mediaumat.id – Pengakuan mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Teddy Minahasa yang mengatakan bisa saja menghalangi penyidikan (obstruction of justice) dengan merusak atau menghilangkan alat
Mediaumat.id – Belum adanya realisasi investasi di IKN Nusantara dari pihak swasta sebagaimana dinyatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, menurut Direktur
Mediaumat.id – Penghargaan yang diberikan Mendagri Tito Karnavian kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebagai ‘Provinsi dengan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Terbaik Nasional’ dinilai Direktur Siyasah Institute
Mediaumat.id – Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana menyatakan, dalam arah perpolitikan bangsa ini umat Islam diibaratkan mendorong mobil mogok. “Sedulur sekalian kita perlu